Salah satu jenis alergi yang bisa dialami manusia adalah alergi kerang-kerangan. Kerang-kerangan biasanya diketahu terdiri atas jenis yang berkulit keras (Krustasea) seperti udang, kepiting dan lobster. Lalu ada pula jenis hewan lunak bercangkang (Moluska) misalnya kerang , remis dan tiram.
Reaksi alergi terhadap kerang-kerangan ini diakibatkan oleh respon sistem kekebalan tubuh terhadap kandungan protein dalam kerang-kerangan yang dikenal Sebago tropomiosin.
Tropomiosin menyebabkan antibody mengeluarkan histamine untuk menyerangnya. Proses pelepasan histamin ini dikatakan dapat menyebabkan terjadinya gejala alergi yang bisa saja ringan sampai berat. Lebih banyak tentang alergi kerang-kerangan ini simak bahasan berikut seperti dirangkum dari mayoclinic dan healthline:
1. Gejala-gejala
Saat mengalami alergi kerang-kerangan, ada beberapa gejala yang bisa terlihat:
- Kulit bisa terasa gatal, memerah dan meradang.
- Hidung tersumbat dan sulit bernapas. Kepala pusing, bisa ringan bisa pula sampai pingsan.
- Mual, sakit perut, muntah juga diare.
- Pembengkakan pada bagian tubuh seperti lidah, wajah, bibir atau lainnya.
2. Reaksi lanjutan
Alergi kerang-kerangan bisa juga menimbulkan reaksi yang cukup parah bahkan mengancam jiwa. Reaksi ini dikenal sebagai syok anafilaksis.
Syok anafilaksis merupakan reaksi sistem imun yang tergolong parah dan muncul secara tiba-tiba usai tubuh terpapar alergen atau sesuatu yang memicu alergi. Tanda-tanda syok anafilaksis antara lain adalah terjadinya syok dengan tekanan darah yang terus menurun dengan parah, pembengkakan atau benjolan di tenggorokan yang membuat susah bernapas serta pusing bahkan pingsan.
Orang yang mengalami syok anafilaksis perlu segera mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk mencegah bahaya.
3. Penanganan
Para ahli menyatakan belum ada pengobatan khusus untuk alergi kerang-kerangan Jika terjadi reaksi alergi ringan dokter biasanya akan mengobati dengan antihistamin agar gejala alergi dapat berkurang. Sedangkan jika reaksi tergolong parah, dokter biasanya akan memberi suntikan epinefrin.
Bagi orang yang mempunyai risiko mengalami reaksi alergi yang parah, disarankan untuk membawa epinnefrin yang dapat disuntikkan. Namun hal ini perlu dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.
4. Upaya pencegahan
Jika kamu berisiko mengalami alergi kerang-kerangan, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini:
- Tidak memasak atau menyentuh kerang-kerangan.
- Berhati-hati saat makan di restoran yang menyajikan menu kerang-kerangan. Karena bisa saja terjadi kontaminasi saat proses memasak makanan non kerang-kerangan. Bisa karena peralatan mau pun penggunaan bahan makanan yang sama seperti minyak goreng.
- Sempatkan membaca komposisi yang tertera pada kemasan makanan untuk mengetahui kandungannya apakah mengandung kerang-kerangan atau tidak.
Mempunyai alergi memang memerlukan upaya untuk menghindari penyebabnya. Selain itu, ada baiknya jika orang-orang terdekat mengetahui perihal alergi yang kamu miliki agar mereka juga dapat membantu kamu menghindarinya. Kamu juga perlu berkonsultasi kepada dokter sebelum memilih obat untuk pencegahan.
Video yang Mungkin Anda Suka.
Baca Juga
-
3 Kesalahan saat Mengenakan Pakaian Baru di Tempat Kerja
-
3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Meja Kerja Kamu Sering Berantakan
-
5 Tips Mengubah Hobi Membuat Buket Bunga Jadi Uang, Berani Coba?
-
3 Ide Hadiah untuk Seorang Backpacker, Pilih yang Praktis!
-
3 Macam Celebrity Worship, Jangan sampai Kebablasan Memuja!
Artikel Terkait
-
Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Mengapa Rezeki Bisa Seret? Ini Penyebabnya dalam Islam
-
Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel
-
Jangan Sampai Ban Pecah Saat Mudik! Simak Tips Penting Ini
-
Waspada Penyakit Ginjal! Ini Tanda-Tanda yang Muncul di Kulit
Health
-
Mengenal Metode Mild Stimulation Dalam Program Bayi Tabung, Harapan Baru Bagi Pasangan
-
Kenali Tongue Tie pada Bayi, Tidak Semua Perlu Diinsisi
-
Jangan Sepelekan Cedera Olahraga, Penting untuk Menangani secara Optimal Sejak Dini
-
3 Tips agar Tetap Bugar saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan
-
Intermittent Fasting vs. Keto, Mana yang Lebih Efektif untuk Panjang Umur?
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop