Menyadur dari situs hellosehat.com, menonton film ataupun sinetron merupakan salah satu aktivitas favorit banyak orang untuk melepas penat dan lelah setelah seharian beraktivitas. Berdasarkan laporan dari KPI yang menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia menempati urutan teratas dalam urusan menonton siaran televisi terlama di antara negara-negara ASEAN.
Anak-anak Indonesia rata-rata menonton TV hingga 5 jam bahkan bisa lebih setiap hari, sementara anak-anak negara ASEAN lain hanya menghabiskan waktu di depan TV 2 sampai 3 jam per hari. Sayangnya karena hal tersebut, kebanyakan tontonan yang mereka lihat setiap hari memiliki unsur kekerasan dan hal-hal yang berbau pembunuhan sadis. Lalu, apakah pengaruh dari menonton film kekerasan bagi perkembangan anak?
Anak akan belajar meniru apa yang dilihatnya
Biasanya anak-anak suka meniru apa saja yang mereka lihat, karena jaringan otak yang mendukung pembelajaran interaktif sudah mulai berkembang. Sifat meniru tersebut akan terus berlanjut hingga anak sedikit dewasa, jangan heran jika anak kamu bisa meniru gerakan, perkataan, emosi, bahasa, atau perilaku kamu. Hal inilah yang pada akhirnya membuat orangtua khawatir apabila anak mereka meniru adegan-adegan yang ada di dalam televisi untuk dipraktekkan di dunia nyata.
Menumbuhkan sikap psikopatik pada anak
Menurut para peneliti dari University of Otaga di New Zealand, berdasarkan hasil studi yang diterbitkan di jurnal Pediatric. Anak yang gemar menonton acara-acara kekerasan yang sadis di televisi lebih cenderung menunjukkan perilaku sadis di masa depan, sementara orang-orang yang terlalu sering menonton TV cenderung memiliki perilaku buruk nantinya.
Selain itu, terdapat studi Guntarto (2000) yang menjelaskan bahwa anak yang telalu banyak nonton film atau tayangan televisi yang berbau kekerasan dapat tumbuh menjadi sosok anak yang sulit berkonsentrasi dan kurang perhatian pada lingkungan sekitar. Menonton film kekerasan lebih cenderung memandang dunia sebagai tempat yang kurang simpatik, berbahaya, dan menakutkan. Anggapan negatif terhadap dunia luar ini lama-kelamaan dapat menumbuhkan sikap dan kepribadian agresif pada anak sehingga individu pengidap psikopati tidak memiliki rasa penyesalan dan bersalah atas perbuatannya terhadap orang lain, serta rasa tanggung jawab yang hampir tidak tumbuh.
Nah itu dia penjelasan terkait bahaya yang harus diwaspadai jika anak menonton film berunsur kekerasan, selalu dampingi anak kamu dan melihat jenis film apa yang mereka tonton.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Seru! Belajar Parenting Bersama Ibu-Ibu di Desa Muaro Jambi
-
Jangan Diabaikan! Ini Dia 5 Dampak Negatif Menonton Konten Pornografi
-
4 Manfaat Melukis bagi Kesehatan Psikologis, Kamu Sudah Coba?
-
Pentingnya Melakukan Analisis SWOT pada Diri Sendiri, Kamu Harus Coba!
-
7 Tips Ini Bisa Ajarkan Anak Rajin Menabung, Orangtua Harus Tau!
Artikel Terkait
-
9 Basic Life Skill yang Harus Dikuasai Anak, Bermanfaat Hingga Dewasa Loh!
-
Gantian Ivan Gunawan Omeli Gaya Nyanyi Asila Maisa: Yang Nyantai
-
Bocah 11 Tahun di Tambora Tewas Dilindas Mobil, Pelakunya Wanita
-
Antonio Dedola Talak Cerai Nikita Mirzani Lewat Pesan WhatsApp? Bagaimana Pandangan Islam?
-
Antonio Dedola Talak Cerai Nikita Mirzani Lewat Pesan WhatsApp? Bagaimana Pandangan Islam?
Health
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
Terkini
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
-
Kebiasaan Scrolling Media Sosial: Mengapa Anak Muda Jadi Mudah Insecure?
-
Berjudul The One Piece, Anime Versi Remake Akan Tayang 2027 di Netflix
-
4 HP Flagship Dimensity 9500: Spek Dewa, Siap Libas Game Berat
-
Cinta Habis di Orang Lama: Romansa Pahit ala The Girl Called Feeling