Swinger merupakan suatu istilah yang menggambarkan aktivitas saling bertukar pasangan dengan tujuan untuk memperluas pengalaman seksual mereka. Dalam praktekknya, setiap pasangan diharuskan untuk saling jujur dan terbuka satu sama lain mengenai preferensi dan batasan saat bertukar pasangan.
Selain itu, akitivitas ini juga bersifat konsensual. Itu berarti, setiap hal yang dilakukan telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat.
Ada beragam alasan yang membuat seseorang mau melakukan swinger. Mulai dari keinginan memperluas pengalaman berhubungan, meningkatkan keintiman, serta memperoleh kepuasan seksual yang lebih tinggi.
Kendati demikian, swinger ternyata memiliki dampak yang negatif. Tak hanya dari sisi emosional saja, swinger juga berpotensi menimbulkan penyakit tertentu yang membahayakan tubuh manusia.
Lantas, seperti apa penjelasan tentang bahaya swinger? Berikut empat di antaranya:
1. Penyakit Menular Seksual
Pelaku swinger biasanya terlibat dalam aktivitas seksual dengan pasangan baru, atau yang belum dikenal sebelumnya. Parahnya lagi, hubungan seks tersebut sering dilakukan tanpa pengaman.
Perlu diketahui bahwa kegiatan bergonta-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa pengaman berpotensi meningkatkan risiko infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, sifilis, herpes genital, trikomoniasis, hingga HIV.
2. Cedera Fisik
Melakukan swinger dalam lingkup yang kecil mungkin tidak sampai menimbulkan cedera fisik. Akan tetapi, jika hal ini dilakukan dalam lingkup yang besar atau terdiri dari banyak orang, maka risiko cedera fisik seperti lecet atau memar pada area kelamin tentu akan meningkat.
3. Gangguan Emosional
Terlibat dalam aktivitas tukar pasangan juga bisa meningkatkan risiko ketidaksepakatan emosional dan konflik dengan pasangan. Kondisi ini bisa terjadi jika salah satu atau kedua pasangan merasa cemburu. Pasalnya, aktivitas seksual perlu adanya kesepakatan antara kedua pihak tanpa ada unsur keterpaksaan.
4. Stigma Sosial
Bertukar pasangan termasuk hal yang tabu di masyarakat, khususnya di negara Indonesia. Sebab, aktivitas ini dinilai melanggar norma sosial dan bisa menimbulkan dosa. Akibatnya, para pelaku swinger bisa saja dikucilkan oleh masyarakat.
Itulah tadi pembahasan tentang empat bahaya swinger. Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
6 Penyebab Penis Berdarah yang Perlu Anda Waspadai, Pernah Mengalaminya?
-
6 Penyebab Mata Kaki Bengkak, Mulai dari Cedera hingga Penyakit Ginjal
-
Catat! Ini 4 Posisi Tidur yang Dianjurkan bagi Ibu Hamil
-
Jangan Anggap Remeh, Ini 5 Dampak Negatif Telat Makan bagi Kesehatan
-
5 Manfaat dan Aturan Penggunaan Minyak Ikan untuk Kucing
Artikel Terkait
-
3 Kebiasaan Buruk yang Bisa Mendatangkan Bahaya Kesehatan, Jaga Diri!
-
Jaga Lansia Tetap Aktif dengan Aktivitas Fisik, Ini Sederet Manfaatnya
-
Ngaku Alami Kekerasan Seksual, Arawinda Kirana Justru Dituding Tak Konsisten
-
Mengenal 15 Jenis Kekerasan Seksual Menurut Komnas Perempuan Indonesia
-
Lebih Dekat dengan SOGIESC, Jembatan Kesadaran tentang Keberagaman Manusia
Health
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Sering Capek Padahal Nggak Ngapa-ngapain? Bisa Jadi Otakmu 'Kelebihan Muatan'
-
Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri
-
Tubuh Sudah Kasih Tanda! Awas Serangan Jantung yang Sering Bersembunyi di Balik "Masuk Angin"
-
Dokter Tirta Bagikan Tips agar Tetap Aman di Tengah Paparan Abu Vulkanik
Terkini
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?
-
Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System