Barcelona, memang sudah mengunci tiket ke ajang bergengsi Liga Champions musim depan. Hal itu, tentu saja bukan tanpa alasan. Pasalnya, Barcelona mampu menduduki peringkat kedua di bawah sang rival Real Madrid klasemen akhir La Liga. Dan itu juga yang patut diapresiasi. Sebab, awalnya, klub julukan Blaugrana itu sempat kesulitan untuk menembus empat besar klasemen Liga Spanyol.
Bahkan, banyak yang memprediksi Barcelona tidak akan lolos atau mengikuti Liga Champions. Di bawah asuhan Ronald Koeman, Barcelona mengalami kebuntuan yang hakiki. Hanya mampu duduk di peringkat kesembilan. Awalnya begitu. Namun, lambat laun, didatangkanlah sosok Xavi Hernandez untuk mengganti peran Koeman. Akhirnya, duduklah Barcelona di tempat yang, mereka inginkan. Yakni peringkat kedua.
Namun apa boleh buat, di laga terakhir La Liga, yang merupakan pekan penutup, pekan ke-38, Barcelona justru harus keok memalukan. Memang, memang loh, ya, besutan Xavi Hernandez itu atas kekalahan yang ditelan, tidak berefek negatif. Mereka tetap saja akan berlaga di Liga Champions musim depan.
Tapi, yang menjadi isu hangat adalah perihal kekalahan itu sendiri. Kok, ya bisa-bisanya mereka harus takluk di kandangnya, di Camp Nou atas Villarreal. Hal itu menyimpulkan bahwa, di pentas La Liga, meski Barcelona duduk di peringkat kedua, menandakan Barcelona belum sepenuhnya maksimal di bawah asuhan Xavi Hernandez.
Masih banyak hal yang harus Barcelona benahi secara serius. Logikanya, Villarreal itu memang bukan tim yang mudah dikalahkan. Akan tetapi, jika sama Villarreal saja kalah, di pentas La Liga, bagaimana mungkin musim depan Barcelona akan menjadi tim yang mengerikan di Liga Champions, utamanya. Artinya, jika sama Villarreal saja tak mampu menang, lantas bagaimana di Liga Champions mendatang bisa mengalahkan Manchester City, Chelsea, Bayern Munchen dan klub yang jauh lebih kuat dari Villarreal? Begitu gambaran sederhananya.
Maka, tidak boleh tidak, Barcelona di bawah kendali sang legenda, Xavi Hernandez harus mampu mengambil pelajaran dari kekalahan 2:0 atas Villarreal itu. Jika tidak, ya siap-siap Barcelona akan kembali menjadi lumbung gol bagi tim yang lain. Mampukan Xavi Hernandez memperbaiki ini semua?
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
Hobi
-
Timnas U-23 Gagal ke Asian Games, Ini Untung-Rugi yang Didapatkan John Herd
-
Jadi Asisten John Herdman, Bagaimana Status Nova Arianto di Timnas U-20?
-
Wajib Bantai Ratchaburi 4 Gol, Persib Bandung Bakal Dihadapkan dengan Unfinished Task?
-
16 Pembalap MotoGP yang Kontraknya Habis Tahun 2026, Lanjut ke Mana?
-
Kena Tuding Malaysia, Akankah Erick Thohir Mendapatkan Pembelaan dari Suporter Indonesia?
Terkini
-
Dekonstruksi Sosok Priyayi Jawa dalam Mahakarya Umar Kayam: Dari Sastrodarsono hingga Lantip
-
Sejarah dan Asal-usul Nama Salat Tarawih dalam Islam
-
The Power of Gardening: Cara Ampuh Menghilangkan Stres dengan Berkebun
-
Analisis Karakter Animal Farm: Saat Babi Berkuasa dan Relevansinya dengan Politik Modern
-
YouTube Lumpuh Tiba-Tiba: Sejenak Merasa Dunia Tanpa Algoritma