Pasca terhentinya proses naturalisasi yang dijalaninya, Justin Hubner tampaknya masih belum merelakan status kewarganegaraan Indonesia yang diinginkannya lepas begitu saja. Terlihat, pemain yang kini membela Wolverhampton Wanderers U-21 tersebut mengirimkan sinyal penanda bahwa dirinya masih ingin melanjutkan proses naturalisasinya tersbeut.
Disadur dari laman bolatimes.com, pemain yang belum genap berusia 20 tahun tersebut memberikan setidaknya tiga sinyal yang menguatkan keinginannya tersebut. Tanda pertama, sepertimana dijelaskan di laman bolatimes, Hubner kedapatan memasang bendera Merah Putih di akun instagram.
BACA JUGA: Indonesia Open 2023 Day 2: Sebelas Wakil Indonesia Incar Tiket Babak Kedua
Selain memasang bendera merah putih, Justin Hubner juga memasang foto-foto kenangannya saat berseragam Timnas U-19. Seperti yang diketahui bersama, Hubner pernah menjadi bagian dari Timnas U-19 yang dipersiapkan oleh coach Shin Tae Yong untuk perhelatan Piala Dunia U-20.
Tanda ketiga, Hubner kedapatan sering mengunggah hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia. Seperti misal, pemain kelahiran 14 September 2003 tersebut kedapatan mengunggah momen dengan emoji berdoa saat induk sepak bola Indonesia mengunggah momen Ivar Jenner dan Rafael Struick, dua rekannya yang telah lebih dulu beralih kewarganegaraan menjadi WNI.
BACA JUGA: Netizen Serbu Instagram Lionel Messi Usai Beredar Isu Batal Datang: Bang Messi Ayo Main
Jika tanda-tanda dari Hubner ini benar adanya dan kedua pihak kembali melanjutkan proses naturalisasi sang pemain, tentu sebuah keuntungan besar akan didapatkan oleh Timnas Indonesia. Pasalnya, jika kita melihat profil pemain bernama lengkap Justin Quincy Hubner tersebut di laman transfermarkt, pemain yang satu ini berpotensi untuk semakin memperkuat lini pertahanan skuat Garuda.
Bukankah Indonesia saat ini sudah dipenuhi dengan para pemain belakang yang berkualitas? Memang iya, namun jangan salah, selama dalam pengasuhan coach Shin Tae Yong, pelatih asal Korea Selatan tersebut sejauh ini memiliki salah satu fokus utama dalam membangun pertahanan timnya.
BACA JUGA: Elkan Baggott Ngobrol Bareng STY Sambil Tenteng Sepatu, Netizen Salfok Ini
Jika pelatih lain biasa memasang tiga atau empat pemain belakang dalam pakem pertahanan tim yang dibesutnya, coach Shin bisa menurunkan lima hingga enam pemain bertahan dalam satu permainan. Jadi, dengan bergabungnya Hubner ke dalam skuat, bisa dipastikan timnas Indonesia akan semakin ngeri, karena mendapatkan pemain grade A yang bercokol di lini pertahanan.
Dengan bergabungnya Hubner, selain akan memperkuat lini pertahanan skuat Garuda, coach Shin Tae Yong juga akan memiliki opsi pemain yang lebih banyak di lini pertahanan.
Kira-kira, akan berlanjut atau tidak ya proses naturalisasi Justin Hubner ini?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
-
Indonesia Urung Tampil, Sepak Bola Asian Games Dipastikan Kehilangan Satu Kekuatan Terbaik
-
Regulasi Asian Games 2026 serta Kekecewaan Besar yang Mengintai Penggawa Garuda dan para Suporter
-
Timnas Indonesia, Asian Games 2026 dan Blunder Pemangku Kebijakan yang Terus Meminta Tumbal
Artikel Terkait
-
Indonesia vs Palestina: Isyarat Shin Tae-yong Hancurkan Singa Kanaan Lewat Permainan Cepat
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Palestina: 3 Naturalisasi Mungkin Absen
-
Keluhkan Masalah Kaki, Jordi Amat Bakal Absen Timnas Indonesia Vs Palestina?
-
Jangan Lewatkan, Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Palestina
-
Ada Eks Persib Bandung, Berikut 4 Pemain Palestina yang Pernah Kalahkan Timnas Indonesia
Hobi
-
Sebut Ajang AFF Cup Penting, Ini Misi John Herdman Bagi Timnas Indonesia
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
Nova Arianto Sanjung Peningkatan Mental Timnas Indonesia U-17 di Laga Uji Coba Kedua
-
11 Tim Formula 1 Rilis Tampilan Baru Mobil 2026, Mana yang Paling Keren?
-
Marc Marquez Isyaratkan Pensiun dari MotoGP Tahun Depan, Akhir Sebuah Masa?