Beberapa waktu terakhir nama FC Utrecht mulai sedikit mendapatkan perhatian dari pecinta sepak bola Indonesia. Pasalnya, 4 pemain keturunan timnas Indonesia yang dipanggil ke dalam skuad pelatih Shin Tae-Yong dalam ajang FIFA Match Day bulan Juni ini merupakan alumni dari akademi FC Utrecht. Keempat pemain tersebut adalah Marc Klok, Shayne Pattynama, Stefano Lilipally dan Ivar Jenner. Terkhusus untuk Ivar Jenner dia merupakan anggota dari skua muda FC Utrecht yang dikenal dengan nama Jong Utrecht.
FC Utrecht merupakan salah satu klub papan atas benua Eropa yang berlaga di liga Eredivisie Belanda. Sebagai salah satu klub papan atas, tentunya klub yang dijuluki “Utreg” tersebut telah diperkuat oleh beberapa pemain berkelas dari masa ke masa. Berikut ini merupakan 3 pemain berkelas yang pernah membela klub FC Utrecht.
1. Dirk Kuyt
Membahas nama FC Utrecht tentunya tidak bisa terlepas dari nama winger timnas Belanda pada dekade 2000-an, yakni Dirk Kuyt. Winger sekaligus penyerang yang mencapai karir puncaknya saat membela klub Inggris Liverpool tersebut merupakan salah satu pemain yang pernah membela FC Utrecht saat masih muda.
Dirk Kuyt membela klub FC Utrecht pada kurun waktu 1998-2003 sebelum kemudian berpindah ke klub rival yakni Feyenoord Rotterdam. Bersama klub FC Utrecht Dirk Kuyt sukses mempersembahkan gelar KNVB Cup di musim 2002/2003 dan masuk ke dalam 10 besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub tersebut.
2. Michel Vorm
FC Utrecht juga pernah memiliki kiper yang cukup tangguh di nama seorang Michel Vorm. Kiper timnas Belanda ini tercatat pernah membela FC Utrecht dari tahun 2005 hingga tahun 2011 sebelum pindah ke Swansea City yang saat itu berlaga di Liga Inggris.
BACA JUGA: Unik! STY Turunkan Mayoritas Pemain Muda vs Palestina, Fokus ke Argentina?
Kiper yang memiliki tinggi badan 183 cm tersebut tercatat mengemas 137 penampilan bersama FC Utrecht. Namun, semasa berkarir di FC Utrecht dia belum pernah sekalipun memberikan gelar terhadap tim berjuluk “Utreg” tersebut. Di timnas Belanda pun dia juga kalah saing dari nama-nama kiper lainnya seperti Marteen Stelekenburng dan Jasper Cillesen.
3. Sebastian Haller
Penyerang klub Borussia Dortmund ini tentunya cukup familiar bagi pecinta sepak bola dunia. Pemain kelahiran Prancis yang kini membela negara Pantai Gading tersebut juga sempat membela klun FC Utrecht di tahun 2015-2017. Semasa membela klub asal Belanda tersebut dia telah mencatatkan 83 penampilan dan sukses mencetak 44 gol. Rekor tersebut membuatnya masuk ke dalam 10 pemain pengoleksi gol terbanyak klub FC Utrecht sepanjang masa.
Nah, itulah beberapa pemain bintang yang pernah membela klub FC Utrecht. FC Utrecht memang dikenal sebagai salah satu klub penyumbang beberapa pemain berkelas di daratan Eropa. Bahkan, akademi sepak bola klub ini juga menjadi salah satu yang terbaik di Belanda bersama akademi sepak bola Feyenoor dan Ajax Amsterdam.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
Artikel Terkait
Hobi
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
Terkini
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
Menjaga Laut, Garam, dan Tradisi Desa Les di Tengah Modernitas
-
Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan
-
Nelayan Kecil Merugi, Mengapa Penangkapan Ikan Ilegal Terus Merajalela?
-
Kisah Kang Edai Jadikan Budaya Osing Sebagai Motor Ekonomi Desa Kemiren Banyuwangi