Induk sepak bola dunia, FIFA telah memutuskan untuk menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17. Hal tersebut diputuskan oleh FIFA setelah para petinggi organisasi tersebut melakukan rapat di Zurich, Swiss. Tentu saja penunjukan ini menjadi sebuah berkah tersendiri bagi Indonesia. Pasalnya, pada bulan April lalu, seluruh pencinta sepak bola nasional memendam kekecewaan yang mendalam, menyusul dicabutnya status tuan rumah Piala Dunia U-20 yang sudah ditetapkan sejak beberapa tahun lalu.
Berdasarkan lansiran dari laman fifa.com, jadwal penyelenggaraan Piala Dunia U-17 ini sendiri masih berpatokan pada jadwal lama, yakni tanggal 10 November hingga 2 Desember 2023. Dengan demikian, maka setidaknya masih ada waktu kurang lebih lima bulan bagi Indonesia untuk menyiapkan skuat terbaiknya untuk turnamen.
Namun, belum juga gelaran dimulai, timnas Indonesia sudah mendapatkan predikat sebagai "tim debutan" di ajang tersebut. Hal ini tak lepas dari sejarah partisipasi perhelatan, di mana sejauh ini, timnas Indonesia U-17 belum pernah sama sekali menjadi kontestan di gelaran ini.
Status sebagai debutan yang disandang oleh Indonesia, pastinya baru akan sah jika perhelatan Piala Dunia U-17 telah dimulai. Namun, laman FIFA dan media-media internasional lainnya yang membahas mengenai Piala Dunia U-17, juga telah menuliskan predikat ini untuk skuat Garuda Muda.
BACA JUGA: Tak Banyak yang Tahu, Pemain Timnas Indonesia Ini adalah Jebolan FIFA U-17
Uniknya, pada penyelenggaraan Piala Dunia U-17 kali ini, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mendapatkan predikat tersebut. Dari 24 peserta putaran final, hanya Indonesia sajalah yang akan menjalani turnamen ini untuk kali pertama. Sementara 23 negara lainnya, sudah pernah merasakan putaran final pada edisi-edisi sebelumnya.
Jika kita berpijak dari data yang ada di laman FIFA, setidaknya terdapat empat negara yang akan tampil dalam dua putaran final perhelatan. Keempat negara tersebut adalah Maroko, Senegal, Venezuela dan Kaledonia Baru. Sementara sisanya, 19 negara lainnya, minimal telah tampil sebanyak tiga putaran final. Dalam catatan tersebut, Brazil dan Amerika Serikat menjadi negara yang paling sering tampil di putaran final, dengan jumlah masing-masing 18 kali partisipasi.
Meksipun bermain untuk kali pertama dan mendapatkan predikat sebagai debutan, namun kita berharap dan berdoa, semoga saja Timnas Indonesia bisa memberikan permainan terbaiknya dan membuat kejutan di turnamen yang diadakan di kandang sendiri tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Usai Hajar Bangladesh 9-2, John Herdman Girang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Bangladesh: Misi Menang Besar demi Tiket Final
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez
Terkini
-
Kancil dan Gerimis di Lembah Ranting Kering
-
Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan
-
Tak Terima, Malaysia Pertanyakan Injury Time Timnas Indonesia, Mengapa?
-
Gerak Cepat Sarawak di Perbatasan: Ancaman atau Peluang Emas untuk Pembangunan IKN?
-
4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi