Kali ketiga timnas U-17 menuai hasil minor. Bali United, lawan ketiga mereka mampu menahan imbang anak asuh Bima Sakti ini.
Hasil minor ini sontak menyerang Bima Sakti sang pelatih. Keraguan kapasitasnya sebagai pelatih timnas U-17, muncul kembali.
Keraguan ini sebenarnya bukan barang baru. Sejak awal berbagai pihak meragukan kemampuannya. Untuk level dunia, Bima Sakti belum dianggap layak.
Sebagian memandang prestasi Bima Sakti di Piala AFF U-16 sebagai modal. Namun muncul bantahan, prestasi itu tidak bisa dijadikan ukuran.
Untuk level dunia, dibutuhkan pelatih yang kompeten. Dan bukan Bima Saktilah orangnya. Mungkin Shin Tae-yong yang pas untuk jabatan ini.
Namun keputusan PSSI memilih Bima Sakti pasti bukan tanpa alasan. Karirnya sebagai pelatih timnas U-16 akan memudahkan dalam menjalin komunikasi.
Pertimbangan lain adalah pembagian tugas. Berdasarkan keputusan PSSI Shin Tae-yong ditugaskan membesut timnas U-23 dan senior. Sedangkan Indra Syafri fokus pada Asian Games yang akan dihelat bulan Oktober.
Berdasarkan perhitungan itu, maka jabatan pelatih jatuh ke tangan Bima Sakti. Tugas yang tentu saja sangat berat.
Sesuai keputusn ini, dalam waktu 3 bulan, Bima Sakti harus menyiapkan sebuah tim. Celakanya tahap yang harus dilalui mulai tahap seleksi.
Sementara itu peserta lain Piala Dunia U-17 sudah menyelesaikan semua proses itu. Bahkan mereka hanya tinggal menunggu pelaksanaan saja.
Tugas inilah yang sebenarnya berat bagi Bima Sakti. Urusan membentuk tim, tidak semudah membalik telapak tangan. Apalagi melalui tahap seleksi pemain.
Akhirnya dengan kekuatan 'seadanya' timnas U-17 menjalani serangkaian uji coba. Terhitung 3 kali uji coba dilakukan. Mulai dari menghadapi Barcelona Juvenil A, Kashima Antlers, dan Bali United.
Dari 3 kali uji coba anak asuh Bima Sakti mengantongi 2 kali kekalahan dan 1 kali hasil seri. Hasil inilah yang dianggap tidak memuaskan oleh sebagian pihak.
Namun jika mengacu pada umur tim yang belum menginjak 1 bulan, hal ini patut dimaklumi. Bagaimanapun juga, 3 klub yang dihadapi sudah mapan.
Sementara itu, Bima Sakti masih mempunyai waktu sekitar 3 bulan untuk benahi semuanya. Jadi besar kemungkinan PSSI tidak akan mencabut mandat itu dari Bima Sakti.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
Artikel Terkait
-
Usai Bawa PSM Makassar Kalahkan Persita, Kenzo Nambu Langsung Fokus Lawan Bali United
-
Posisi Lima Besar Klasemen BRI Liga 1 2023-2024 Sangat Ketat! Ini Buktinya
-
Selalu Kalah dalam 2 Laga Uji Coba, Timnas U-17 Harus Benahi Kelemahan Ini
-
5 Fakta Hasil Laga Bali United vs Persik Kediri Kemarin, Susah Move On Kemenangan di Depan Mata Tapi Gatot!
-
BRI Liga 1: Penalti Persik Hancurkan Ambisi Bali United
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Begadang Demi Me Time: Hati-hati Jeda Palsu Revenge Bedtime Procrastination
-
CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf
-
Novel Bungkam Suara: Ketika Kebebasan Berbicara Menjadi Sumber Perpecahan
-
Bedah One Piece Chapter 1197, Saat Haki Sanji Jadi Tameng Luffy di Elbaf
-
Nasib Generasi Sandwich: Bisakah Berbakti Tanpa Mengorbankan Masa Depan?