PSSI sebelumnya telah merilis 25 nama yang akan masuk ke dalam skuad timnas Indonesia senior jelang laga kontra Brunei Darussalam di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 round 1.
Namun, dari 25 nama tersebut, Jordi Amat dan Yance Sayuri batal bergabung karena mengalami cedera. Shin Tae-Yong pun segera bergerak cepat dengan memanggil 3 pemain lain, yakni Fachruddin Aryanto, Hokky Caraka, dan Dzaky Asraf.
Dilansir dari laman resmi PSSI, pemanggilan Dzaky Asraf masuk ke dalam skuad timnas senior merupakan yang ke-3 kalinya bagi pemain asal klub PSM Makassar tersebut.
Sebelumnya, Dzaky Asraf juga masuk ke dalam skuad timnas Indonesia saat FIFA Matchday bulan Maret kontra Burundi dan FIFA Matchday bulan September kemarin kontra Turkmenistan.
Namun, pemain yang masih berusia 20 tahun tersebut masih belum diberi kepercayaan oleh pelatih kepala timnas Indonesia, Shin Tae-Yong untuk debut bersama timnas Indonesia senior.
Dipanggilnya kembali pemain yang merupakan produk akademi PSM Makassar tersebut dalam laga kontra Brunei yang akan digelar pada tanggal 12 dan 17 Oktober tentunya membuka peluang debutnya bersama timnas Indonesia senior.
Merupakan Pemain Langganan Timnas Kelompok Umur
Winger yang bisa bermain sebagai bek sayap ini sejatinya bukanlah nama baru dalam lini timnas Indonesia. Dilansir dari laman transfermarkt.id, pemain bertinggi badan 170 cm ini mulai masuk ke skuad timnas Indonesia U-20 yang dipersiapkan untuk ajang Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20.
Dia menjalani debutnya bersama timnas Indonesia U-20 saat beruji coba melawan Turki pada Oktober 2022 lalu. Total dia telah mencatatkan 20 penampilan bagi timnas Indonesia U-20.
Dzaky Asraf juga menjadi bagian skuad timnas Indonesia U-20 yang berlaga di Piala Asia U-20 di Uzbekistan pada awal tahun 2023 lalu.
Selama fase grup A, Dzaky Asraf tidak pernah absen membela skuad garuda U-23 dan selalu menjadi pilihan utama Shin Tae-Yong kala itu.
Performanya yang gemilang membuatnya mendapatkan panggilan untuk membela timnas senior saat laga FIFA Matchday kontra Burundi pada Maret lalu kendati dirinya tidak dimainkan.
Kali ini dia dipanggil kembali ke skuad timnas senior oleh Shin Tae-Yong. Namanya masuk menggantikan seniornya di klub, yakni Yance Sayuri yang mengalami cedera saat membela PSM Makassar di BRI Liga 1 musim ini.
Melihat lawan yang akan dihadapi oleh Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 round 1 adalah Brunei Darussalam, tentunya peluang Dzaky Asraf untuk bermain di laga tersebut sangat terbuka lebar. Apalagi laga kualifikasi ini akan diadakan dalam format kandang-tandang.
Kita tunggu saja apakah pemain yang juga pernah masuk ke skuad timnas U-23 ini akan melakoni laga debutnya bersama timnas senior dalam laga kontra Brunei Darussalam nanti.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
-
Resmi Disetujui DPR, Mengapa PSSI Ngotot Naturalisasi Pemain Liga Amatir?
-
Sorotan Tajam Piala Dunia 2026: Kontroversi Visa AS dan Bayang-Bayang Kesuksesan Rusia 2018
Artikel Terkait
-
Pujian Pelatih Eropa ke Shin Tae-yong: Dia Lakukan Pekerjaan yang Sangat Bagus Bersama Timnas Indonesia
-
Dicoret dari Skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Respons Jordi Amat
-
PSSI Siapkan 30 Ribu Tiket Saat Laga Timnas Indonesia Vs Brunei Darussalam, Ini Daftar Harganya
-
Harga Tiket Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam di Stadion GBK, Paling Murah Rp125 Ribu
-
Penyebab Saddil Ramdani Jago di Sabah FC tapi Melempem Bersama Timnas Indonesia
Hobi
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
-
Swiss Waspada! Bosnia Herzegovina Bawa Misi Menang Grup B Piala Dunia 2026
Terkini
-
Peringatan Keras The Economist untuk Indonesia: Saatnya Rem Kebijakan yang Terlalu Ekspansif?
-
Refleksi Film Toy Story 5: Apakah Teknologi dan Mainan Bisa Hidup Berdampingan?
-
Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua
-
Sosok yang Selalu Duduk di Kursi Kosong
-
Kadang Bukan Gagal, Hidup Memang Punya Rencana yang Berbeda