Berbeda dengan tiga wakil Asia Tenggara lainnya, Timnas Thailand sukses merengkuh kemenangan di laga perdana fase penyisihan grup Piala Asia 2023.
Menyadur laman the-afc.com pada Rabu (17/01/2024), Thailand yang berhadapan dengan Kirgistan, sukses menggebuk sang lawan dengan skor cukup meyakinkan, dua gol tanpa balas melalui dwigol dari Supachai Chaided di menit ke 26 dan 48.
Hasil ini tentu berbeda dengan apa yang diraih oleh Malaysia, Vietnam dan Indonesia. Di laga pertama yang mereka jalani, ketiganya kompak menelan kekalahan atas lawan-lawan yang dihadapi.
Indonesia yang bermain di grup D kalah 1-3 dari Irak, Vietnam yang juga tergabung di grup D kandas 2-4 dari Jepang, dan Malaysia yang berada di grup E, dipermak oleh Yordania dengan empat gol tanpa balas.
Namun jangan terkecoh dengan kemenangan yang diraih oleh Thailand. Sebab, jika kita melihatnya dengan seksama, sejatinya sangat wajar jika Pasukan Gajah Perang sukses mengumpulkan tiga poin di laga pertama mereka.
Hal ini tak lepas dari kualitas tim yang dihadapi. Kirgistan yang menjadi lawan dari Thailand, bukanlah negara yang kuat persepakbolaannya di benua Asia. Bahkan, jika dilihat dalam lingkup yang lebih sempit yakni di kawasan Asia Tengah, persepakbolaan Kirgistan sendiri bukanlah yang termasuk kekuatan utama di sana.
Sekadar mengingatkan, di kawasan Asia Tengah, satu-satunya negara yang memiliki kultur persepakbolaan kuat di kawasan maupun benua Asia adalah Uzbekistan. Selebihnya, negara-negara tersebut memiliki kekuatan sepak bola yang tak bisa dikatakan istimewa.
Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Kirgistan, secara kekuatan dapat dikatakan sama dengan yang dimiliki oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Jadi, sangat wajar jika pada akhirnya Thailand bisa merengkuh tiga poin dari mereka.
Bahkan, jika kita melihat peringkat terbaru di fifa.com, hegemoni Uzbekistan di kawasan ini masih sangat terlihat. Uzbekistan saat ini menduduki peringkat 68 dunia, sementara Kirgistan di peringkat 98 dan Kazakshtan di peringkat 100.
Perlu diingat, meskipun mereka memiliki peringkat yang lebih baik daripada negara-negara Asia Tenggara, namun kekuatan persepakbolaan mereka tidaklah berbeda jauh dengan negara ASEAN sehingga kans untuk memenangi laga melawan negara-negara dari kawasan Asia Tengah, lebih besar daripada saat bertemu tim dari Asia Timur dan Asia Barat.
Tentunya, kecuali Uzbekistan ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Biodata dan Pekerjaan Natasja Walsh, Adik Sandy Walsh Dukung Kakak Langsung di Qatar
-
3 Pesaing Pratama Arhan di Pos Bek Kiri Suwon FC pada Musim 2024
-
Pindah ke Liga Korea, Pelatih Suwon Akhirnya Ungkap Alasan Datangkan Pratama Arhan
-
Biodata dan Pekerjaan Pacar Shayne Pattynama, Rupanya Gadis Afghanistan
-
Daftar Top Skor Piala Asia 2023, Penyerang Thailand Menggila Hingga Masuk List
Hobi
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
Terkini
-
Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra
-
Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo
-
Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris
-
Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas
-
Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog