Pelatih timnas Indonesia U-20, yakni Indra Sjafri tegaskan dirinya akan tetap melakukan sistem degradasi-promosi untuk menentukan daftar nama pemain yang akan memperkuat timnas Indonesia U-20 untuk Piala Dunia U-20 2025 mendatang. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), pelatih yang sukses mempersembahkan medali emas Sea Games 2023 tersebut mengaku telah mengirim tim pemandu bakat (scouting) ke Surabaya untuk memantau babak semifinal Piala Soeratin 2024.
Selain memantau para pemain muda yang berkompetisi di Piala Soeratin 2024, Indra Sjafri juga mengerahkan tim pelatih dan pemandu bakat untuk memantau beberapa pemain muda yang berlaga di liga junior, Elite Pro Academy (EPA). Bahkan, tidak hanya sebatas para pemain lokal, dirinya juga mulai memantau para pemain keturunan atau diaspora yang berkompetisi di liga luar.
“Satu kita lagi mengirim pelatih ke Surabaya untuk melihat semifinal Soeratin Cup dan lagi mengikuti turnamen EPA (Elit Pro Academy). Setelah itu kita lagi menginventarisasi pemain kita yang main di luar negeri. Jadi ada beberapa pemain yang sekarang kelahiran 2005 yang main di luar negeri dan kita sudah berkomunikasi dengan mereka.” ujar Indra Sjafri, dikutip dari laman resmi PSSI.
Hingga akhir bulan Januari 2024 ini, Indra Sjafri mengungkapkan telah memilih 17 pemain dari 30 pemain yang mengikuti pemusatan timnas Indonesia U-20 di Jakarta. Hal itu diungkapkan olehnya seusai mendampingi skuad garuda U-20 menjalani laga uji coba melawan timnas Uzbekistan U-20 pada Selasa (30/01/2024) kemarin yang berkesudahan dengan skor 2-3 untuk Uzbekistan.
“Dua laga uji coba internasional ini (lawan Thailand dan Uzbekistan), kami sudah mencoba 27 pemain untuk dimainkan. Dari 30 pemain yang ada, lebih kurang baru 17 pemain yang bisa jadi bagian skuad U-20,” ujar Indra Sjafri.
Rencanakan Pemusatan Latihan Kembali Pada Maret 2024
Indra Sjafri juga akan merencenakan untuk menggelar pemusatan latihan tahap 3 pada bulan Maret 2024 nanti. Selain itu, pelatih berusia 60 tahun tersebut juga mengaku akan merencanakan 1-2 laga uji coba kembali untuk timnas Indonesia U-20 saat masa pemusatan latihan tahap 3 nanti.
“Nanti di FIFA Matchday bulam Maret kita akan melakukan TC lagi dan saat ini tim akan berlanjut melakukan pemusatan latihan sampai 10 Februari untuk nanti memastikan ada satu atau dua laga uji coba lagi,” imbuhnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Pede Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Abroad di Piala Asia U-23 2024, Waketum PSSI: Erick Thohir Mantan Presiden Inter
-
Polemik Kontrak Shin Tae-yong, Rumor Pelatih Jerman Tangani Timnas Indonesia Mencuat
-
3 Negara Peserta Piala Asia 2023 yang Bisa Menjadi Pelabuhan Baru Shin Tae-yong
-
Usai Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Pratama Arhan Bikin Kejutan untuk Azizah Salsha
-
Dihajar Uzbekistan, Ini 3 Pelajaran yang Bisa Dipetik Timnas Indonesia U-20 Asuhan Indra Sjafri
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
iPhone Versi Android? Honor 600 Pro Viral karena Iklan di Depan Apple Store
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
-
Proyek Bangunan Ternyata Butuh Tumbal? Fakta Menarik di Film Tumbal Proyek
-
Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat