Buntut pemecatan Philippe Troussier dari kursi kepelatihan timnas Vietmam saat ini masih berlum berakhir. Hingga kini VFF (PSSI-nya Vietnam) belum memutuskan calon pengganti Troussier. Bahkan sederet kriteria muncul terkait pelatih yang akan direkrut.
Sementara itu untuk timnas Vietnam U-23, VFF telah mengambil langkah cepat. Hoang Anh Tuan yang pernah membawa timnas Vietnam dalam Piala AFF ditunjuk sebagai pelatih. Hal yang sangat wajar karena ajang Piala Asia U-23 2024 sudah di depan mata.
Pemecatan Troussier kali ini diangkat lagi oleh soha.vn, salah satu media Vietnam yang rajin mengupas timnas Vietnam. Dalam tulisan terakhirnya mereka menyesalkan langkah pemecatan tersebut.
“Mengucapkan selamat tinggal kepada coach Troussier adalah hal yang tak terhindarkan yang harus dilakukan VFF ketika tekanan opini public terlalu besar,” tulis soha.vn dikutip pada Sabtu (13/4/2024).
“Namun itu adalah Keputusan yang salah, bisa dibilang serakah dan tak acuh terhadap asset berharga,” lanjut soha.vn.
Tulisan ini jelas sangat mengejutkan, sebab selama ini soha.vn termasuk media yang getol mendorong pemecatan Troussier. Bahkan Troussier menuduh media Vietnam memperkeruh suasana dengan hanya mengulas sisi negative Troussier.
Puncaknya adalah pasca kekalahan telak timnas Vietnam 0-3 di My Dinh Stadium. Dalam waktu tidak terlalu lama, VFF memecat Troussier. Tentu saja karena desakan kuat dari pendukung timnas Vietnam dan media massa.
Sebenarnya langkah yang dilakukan Troussier tidak jauh beda dengan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan hingga 4 tahun masa kepelatihannya belum pernah mempersembahkan gelar sama sekali. Parahnya lagi, Shin Tae-yong membuang para pemain tua dan menggantinya dengan talenta muda.
Meskipun koor pemecatan terhadap dirinya begitu kuat saat gagal meraih sebuah gelar, federasi, dalam hal ini PSSI tetap mempertahankannya. Federasi masih meyakini proses yang dilakukan Shin Tae-yong adalah membangun kerangka dasar timnas Indonesia.
Sehingga tidak heran apapun keinginan Shin Tae-yong pasti dipenuhi. Apalagi saat kepengurusan di bawah Erick Thohir. Ketua PSSI satu ini seakan menjadi beking terhadap setiap serangan pada Shin Tae-yong.
Sekarang perlahan hasilnya mulai tampak. Timnas Indonesia yang didominasi para talenta muda mulai diperhitungkan di Asia. Padahal sebelumnya, timnas Indosia selalu jadi cemoohan di mana-mana.
Hal ini yang tengah dibangun Troussier, membangun generasi emas timnas Vietnam. Dan hal ini pula yang kini baru disadari oleh beberapa media Vietnam.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
Artikel Terkait
-
Timnas Malaysia U-23 Akan Jadi Santapan Vietnam dalam Piala Asia U-23 2024
-
Unggah Aksi Marselino Ferdinan, AFC Akui Kehebatan Wonderkid Indonesia Ini
-
Targetkan Tiket Olimpiade, Timnas U-23 Harus Lewati Hadangan Duo Raksasa Asia
-
Hasil Uji Coba Thailand Jelang Piala Asia U-23 2024, Tim ASEAN Paling Santai
-
Hasil Uji Coba Vietnam Jelang Piala Asia U-23 2024, Tumbang dari Calon Lawan Timnas Indonesia U-23
Hobi
-
Jadi Tuan Rumah GP Brasil, Ini Perjalanan Diogo Moreira Sampai di MotoGP
-
Elkan Baggott Comeback, Peluang Duet Tiang Kembar Pertahanan di Timnas?
-
Musuh Terbesar Atlet Wanita Bukan Lawan di Lapangan, Tapi Stigma dan Body Shaming!
-
4 Drama Menarik di Formula 1 GP China 2026: Menyala Mercedes!
-
Jadwal MotoGP Brasil 2026: Diogo Moreira Balapan di Kampung Halaman
Terkini
-
Anime Fungus and Iron Diumumkan: Angkat Kisah Manusia Dikendalikan Jamur
-
Mengubah Tekanan Menjadi Kekuatan dalam Buku Growing Under Pressure
-
Saat Aktivis HAM Diteror, Kita Diingatkan oleh Film A Taxi Driver
-
Project Hail Mary, Persahabatan Antar Planet di Tengah Ancaman Kosmik
-
Novel 9 November, Garis Tipis Antara Fiksi dan Realitas Pahit Kehidupan