Mantan pelatih timnas Malaysia, Ong Kim Swee membeberkan alasan mengapa kini timnas Indonesia menjadi salah satu kekuatan sepakbola di kawasan Asia tenggara yang mulai diperhitungkan kembali. Pelatih yang kini menangani klub Sabah FC tersebut menyebut, hadirnya aspek pemain keturunan dan naturalisasi yang berkualitas memberikan andil yang cukup besar terhadap perkembangan timnas Indonesia dalam 3 tahun terakhir.
Tak hanya itu, bahkan pelatih berusia 53 tahun tersebut menyebut perbedaan cukup jauh antara para pemain naturalisasi yang dimiliki oleh timnas Malaysia dan yang dimiliki oleh timnas Indonesia. Dirinya juga menyebutkan bahwa kualitas para pemain naturalisasi yang dimiliki oleh Indonesia cukup baik karena mereka ditempa di liga yang cukup kompetitif dan hampir seluruhnya bermain di kasta kompetisi Eropa.
“Kalau kita bandingkan dengan malaysia, pemain keturunan Timnas Indonesia itu bermain di Eropa di liga yang kompetitif, sebaliknya di negara Malaysia pemain keturunannya hanya bermain di liga lokal. Seharusnya dipikirkan pemain keturunan ini yang bermain di liga Eropa yang bermutu dan kompetitif” ujar Ong Swim Kweee dikutip dari laman transfermarkt.co.id yang disadur dari kanal youtube Harimau Malaya.
Sepertinya hal tersebut cukup masuk akal diutarakan oleh Ong Kim Swee cukup sesuai dengan fakta yang ada di tubuh timnas Malaysia saat ini. Merujuk laman transfermarkt.co.id, skuad berjuluk “Harimau Malaya” tersebut memang memiliki sekitar 15 pemain naturalisasi dan keturunan yang masuk dalam skuad inti timnas Malaysia. Namun, ironisnya hanya 1 pemain saja yang bermain di liga luar Malaysia, yakni Dion Cools yang bermain di Buriram United di liga Thailand.
Ong Kim Swee Prediksi Sepakbola Asia Tenggara Akan Kian Kompetitif
Lebih lanjut lagi, Ong Kim Swee juga menyebutkan bahwa sepakbola di kawasan Asia tenggara diprediksi akan lebih kompetitif pada beberapa tahun ke depan. Hal ini ditandai oleh kebangkitan sepakbola di Indonesia, Thailand dan Vietanm, khususnya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, dirinya juga menyebut negara-negara yang dulunya lemah dalam sepakbola bisa memberikan kejutan di masa yang akan datang.
“Ini masalah sudah lama dibahas ketika saya masih bersama Timnas Malaysia U-23. Saya ingat saat itu kita kalah dan pada 2015 juga kalah. Saya sudah mengatakan bahwa kita harus waspada tidak hanya dengan Indonesia dan Thailand yang punya level yang tinggi tapi tim lain seperti Kamboja hingga Laos juga membaik. Kalau kita lihat program Timnas Indonesia itu diberi waktu yang banyak bagi para pemain yang tengah ikut kompetisi untuk berlatih bersama timnasnya. Regenerasi mereka juga baik dan juga para pemain timnasnya diberi kesempatan uji coba dengan tim-tim yang baik di atas peringkat mereka, ini yang perlu dilakukan oleh kita saat ini. Jadi tidak mendadak persiapannya,” ujar Ong Kim Swee.
Baca Juga
-
Dipuji Pemain Ligue 1, Dony Tri Pamungkas Berpeluang Lanjutkan Karier di Eropa?
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Bakal Dipermanenkan Dewa United, Ivar Jenner Diambang Penurunan Karier?
-
Thom Haye Absen, Siapa yang Layak Jadi Jendral Lini Tengah Timnas Indonesia?
-
Justin Hubner di Belanda: Sudah Murah, Gacor, Eh Ditaksir PSV Eindhoven Pula!
Artikel Terkait
Hobi
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
Tak Pilih Kasih, Aprilia Bebaskan 2 Pembalapnya Bertarung di Lintasan
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
-
Dipuji Pemain Ligue 1, Dony Tri Pamungkas Berpeluang Lanjutkan Karier di Eropa?
-
Belum Seratus Persen, Aprilia Prediksi Ducati akan Comeback di GP Spanyol
Terkini
-
LiSA Kembali Isi OST untuk Film Baru The Irregular at Magic High School
-
Dear Writers, Let's Revisweet! Lingkaran Setan Penulis dan Revisi Berdarah
-
Sinopsis Reborn, Drama Fantasi Jepang Terbaru Issei Takahashi di Netflix
-
Bye-bye Polusi! Kisah Inspiratif Pak Zaki yang Pilih Lari 4 KM ke Sekolah Demi Efisiensi Bensin
-
TWS Apple AirPods 4: Musik Terasa Lebih Dekat, Lebih Hening, dan Personal