Beberapa waktu belakangan ini, para pencinta sepak bola nasional tengah dilingkupi dengan kabar bahagia terkait bertambahnya turnamen yang bakal dijalani oleh Timnas Indonesia.
Pasalnya, setelah dua tahun berselang, gelaran Piala AFF atau yang kini berubah nama menjadi ASEAN Cup akan kembali bergulir di akhir tahun ini.
Melansir laman aseanfootball.org, kompetisi sepak bola level tertinggi di kawasan Asia Tenggara tersebut akan mulai bergulir pada bulan November 2024 mendatang.
Itu artinya, para penggemar sepak bola di kawasan ini akan kembali mendapatkan suguhan mewah dan aksi-aksi terbaik dari bintang-bintang sepak bola papan atas di kawasan.
Namun ternyata, sepanjang sejarah perjalanannya, sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1996 lalu, gelaran ASEAN Cup telah mengalami perubahan nama sebanyak 5 kali.
Dasar perubahan nama itupun sejatinya mengacu pada nama sponsor utama yang bekerja sama dengan mereka.
Penasaran dengan sejarah perubahan nama dari event akbar dua tahunan di Asia Tenggara ini? Mari kita ulas bersama!
1. Piala Tiger (Tiger Cup)
Seperti yang telah dituliskan, gelaran Piala AFF ini seringkali menggunakan nama sponsor mereka sebagai titel kejuaraan. Pun demikian halnya dengan nama Piala Tiger ini.
Sejak edisi inaugurasi pada tahun 1996, turnamen ini mengusung nama Piala Tiger karena sponsor utama mereka saat itu adalah minuman beralkohol dengan merk "Tiger".
Melansir laman aseanfootball.org, label Piala Tiger ini dipakai oleh AFF dalam lima turnamen, mulai edisi 1996, 1998, 2000, 2002 dan terakhir di edisi 2004.
2. Asean Football Championship
Selepas tak menjalin kerja sama dengan Tiger, gelaran Piala AFF pada edisi 2006 berdiri sendiri dengan nama Asean Football Championship.
Dalam perkembangannya, nama ini hanya dipakai dalam satu edisi saja, sebelum pada akhirnya di edisi 2008, AFF kembali menjalin kerja sama dengan sponsor utama, Suzuki.
3. AFF Suzuki Cup
Kerja sama yang dilakukan oleh AFF dengan produsen otomotif asal Jepang, Suzuki, membuat turnamen bilenial ini pun berubah nama.
Semenjak mengikat kerja sama pada tahun 2008, turnamen Piala AFF ini berubah label menjadi AFF Suzuki Cup, dan bertahan hingga 5 edisi.
Terakhir, label AFF Suzuki Cup digunakan untuk menyebut gelaran Piala AFF pada edisi 2020 lalu, sebelum pada akhirnya berganti label kembali di edisi 2022.
4. AFF Mitsubishi Electric Cup
Setelah selesai bekerja sama dengan Suzuki, AFF kembali menggaet raksasa otomotif asal Jepang, Mistsubishi. Dalam dua gelaran terakhi, yakni edisi 2022 dan 2024, Piala AFF ini memiliki label AFF Mitsubishi Electric Cup, dan nama ini bertahan dalam dua edisi, sebelum berganti kembali pada edisi 2024 ini.
5. ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024
Sejatinya, gelaran turnamen di edisi 2024 ini masih memiliki sponsor utama Mitsubishi. Namun, berbeda dengan perubahan nama sebelumnya yang bertendensi pada sang sponsor utama, perubahan nama turnamen kali ini justru bertendensi pada branding kawasan.
Laman aseanfootball merilis, pada edisi 2024 ini, Piala AFF berubah nama menjadi ASEAN Championship, dan karena masih memiliki ikatan kerja sama dengan Mitsubishi, maka nama lengkap dari turnamen ini pun menjadi ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024.
Itulah perubahan nama yang pernah dialami oleh turnamen Piala AFF semenjak awal digulirkan. Kira-kira, teman-teman pembaca sudah mulai mengikuti turnamen ini saat masih berlabel apa nih?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
-
Bagi LOSC Lille, Calvin Verdonk Belakangan Ini Tak Ubahnya Penjelmaan Dewi Fortuna Versi Lite
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
Artikel Terkait
-
Datang Pagi Buta, 2 Pemain Naturalisasi Sudah Gabung Timnas Indonesia, Siapa Mereka?
-
Nathan Tjoe Cs Sudah Gabung Timnas Indonesia, 'Cegil Fomo' Dilarang Mendekat!
-
Timnas Indonesia Dipastikan Tambah 1 Kiper, Siapa Pantas Dipanggil Shin Tae-yong?
-
5 Pemain Naturalisasi Gabung Skuad, Timnas Indonesia Siap Geber Latihan Jelang Hadapi Tanzania
-
Uniknya Karir Pratama Arhan, Lebih Sering Bermain di Timnas Daripada Klub
Hobi
-
Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
Terkini
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive