Pembalap Formula 1 untuk tim Mercedes, George Russell, mengalami pasang surut performa di dua belas seri pertama Formula 1 musim 2024.
Di awal musim, dia bersama dengan Mercedes mengalami beberapa permasalahan, salah satunya adalah kesulitan dengan konsep mobil, masalah ini telah menjadi tantangan untuk mereka selama dua tahun terakhir.
Namun belakangan ini, tampaknya mereka berhasil melakukan sesuatu yang membuat mereka selangkah lebih maju dan meraih banyak pencapaian.
Russell adalah salah satu pembalap yang berhasil meraih kemenagan di musim 2024 ini, kemenangan tersebut berhasil diraih olehnya di GP Austria 2024 lalu.
Selain itu, dia sudah mendapat dua kali pole position, yakni di GP Kanada dan GP Inggris. Ditambah dengan dua kali podium di GP Kanada dan GP Austria (P1).
Dalam sebuah wawancara yang digelar sebelum GP Inggris lalu, Russell meyakini bahwa Formula 1 musim 2024 sejauh ini merupakan salah satu yang terbaik dalam kariernya.
"Seperti yang dikatakan banyak pembalap, Anda akan membuktikannya di lintasan. Saya pikir musim ini mungkin salah satu yang terbaik yang pernah saya alami," ungkap Russell, dilansir dari situs resmi Formula 1, formula1.com.
Setelah rentetan hasil baik, Russell mengalami insiden gagal finis akibat masalah sistem air pada mobil yang terjadi di GP Inggris kemarin. Atas kejadian ini, Russell pun tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.
Padahal, pembalap asal Inggris tersebut telah melakukan langkah awal yang sangat baik dengan meraih pole position dan sempat memimpin balapan di beberapa putaran pertama. Dengan hasil yang bagus tersebut, tentu Russell berharap bisa meraih kemenangan di rumahnya sendiri.
Sayangnya, pada putaran ke-34 Russell dipanggil oleh timnya untuk masuk ke pit dan diminta mengentikan balapan karena dugaan adanya masalah pada sistem air. Kondisi cuaca di Silverstone membuat beberapa pembalap mengalami gangguan, termasuk Russell sendiri.
"Ya, sangat kecewa. Semuanya terkendali saat kondisi trek masih kering, lalu berubah lebih menantang saat basah," katanya.
Meskipun gagal finis, setidaknya hal tersebut tidak disebabkan oleh kesalahan Russel sendiri. Jika masalah itu tidak terjadi, kesempatan untuk menang atau setidaknya naik podium di Inggris masih terbuka lebar. Melihat performa sebelumnya, sepertinya mereka akan segera mengakhiri masa pasang surut ini dan tampil lebih baik secara konsisten.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
-
Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?
-
Sering Terlupakan! Ini 10 Profesi Penting di Balik Layar Piala Dunia 2026
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
Artikel Terkait
-
Anaknya Cuma Melongok, Bapak-bapak Ngamuk Buang TV ke Semak-semak Saat Brasil Angkat Kaki dari Copa America 2024
-
Heboh Puluhan Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Minta Pertandingan EURO 2024 Spanyol vs Jerman Diulang!
-
Kekalahan 0-5 Masih Membekas, Media Vietnam Trauma Jelang Piala AFF U-19 2024
-
Pengamat Brasil soal Kegagalan Selecao di Copa America 2024: Tim yang Sekarang Sangat Buruk
-
Spanyol vs Prancis: Game Changer, La Roja Akui Full Waspada pada Kylian Mbappe
Hobi
-
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Catatan Apik Meksiko yang Ungguli Argentina
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010
-
Lebih dari 600 Drone Disita FBI, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar Piala Dunia 2026?
-
Brasil vs Norwegia: Momentum Vinicius Jr Salip Catatan Gol Erling Haaland
Terkini
-
Anak Merah Putih di Ujung Sabah
-
Wangi Kopi yang Elegan! 5 Parfum Lokal Ini Siap Temani Malammu agar Lebih Istimewa
-
Debur Timba dan Rahasia yang Menikam Jiwa
-
The Death of Robin Hood: Sulitnya Menerima Sisi Gelap Orang yang Dikagumi
-
Kacamata Kuda Pejabat Negara: Berhenti Menjadikan Warga Desa sebagai Simbol Kemunduran