Ducati telah dituduh tidak lagi fokus pada pengembangan pembalap muda setelah mendatangkan Marc Marquez beberapa waktu lalu.
Seperti yang kita tahu, sebelumnya Ducati senang menggaet bintang-bintang muda untuk bergabung bersama mereka, seperti Pecco Bagnaia, Marco Bezzecchi, atau Fabio Di Giannantonio.
Akan tetapi, merekrut seorang Marc Marquez yang mana merupakan salah satu pembalap paling berumur di grid, menjadikan prinsip Ducati itu seolah 'ternoda'. Kedatangan Marquez bahkan membuat pembalap mereka yang lebih muda, Jorge Martin, hengkang ke tim lain.
Itulah yang membuat Bos Pramac, Paolo Campinoti, menegaskan bahwa mitra barunya, Yamaha, lebih memprioritaskan pembalap muda yang tidak lagi dilakukan oleh Ducati.
Di sisi lain, baru-baru ini Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, memberi klarifikasi bahwa keyakinan mereka dalam mengembangkan pembalap muda akan terus berlanjut meskipun ada konsekuensi yang harus mereka terima karena mendatangkan The Baby Alien.
"Semua orang mengatakan bahwa kami mengubah lini dan keputusan kami terhadap para pembalap muda, tapi kami adalah satu-satunya tim yang berinvestasi pada pembalap Moto2 tahun depan. Jadi, kami belum membuang gagasan kami," ungkap Tardozzi, dilansir dari laman Crash pada Selasa (16/7/2024).
Ducati telah mengontrak pembalap muda berusia 19 tahun yang saat ini masih berada di Moto2, dia adalah Fermin Aldeguer. Fermin tahun depan akan ditempatkan di salah satu tim satelit Ducati, antara VR46 atau Gresini.
Agak kurang tepat jika dikatakan Ducati tidak lagi memegang gagasan dan prinsip mereka untuk mengelola pembalap muda karena Fermin adalah satu-satunya rookie di musim 2025.
Dengan kedatangan pembalap muda ini, Ducati berharap bahwa dia bisa menjadi bukti dukungan berkelanjutan mereka dalam mengembangkan pembalap muda.
Sementara itu, soal Marc Marquez, Tardozzi menembahkan bahwa Ducati merekrutnya karena melihat performa yang gemilang dari sang pembalap.
"Marc buka pembalap muda, dia salah satu pembalap terkuat di grid. Namun, kami melihat datanya. Dia memiliki motor tahun 2023 dan kami bisa melihat datanya," katanya lagi.
Pada intinya, kedatangan Marc di Ducati bukan semata-mata mengubah prinsip mereka untuk mengembangkan pembalap muda, dibuktikan dengan adanya Fermin Aldeguer.
Akan tetapi, Marc adalah pembalap yang hebat dan telah menunjukkan kemampuannya meskipun di usia yang sudah kepala tiga, dan Ducati tidak mungkin melewatkan kesempatan ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
Artikel Terkait
-
Panitia Target 125 Ribu Orang Hadir di Grand Prix Indonesia 2024
-
Sudah Dapat Jatah, VR46 Racing Team Masih Protes Soal Jumlah Motor GP25
-
Purna Tugas di Aprilia, Aleix Espargaro Ungkap Motivasinya Pindah ke Honda
-
Masih Digantung Ducati, Fermin Aldeguer Bakal ke VR46 atau Gresini?
-
Jorge Lorenzo Melihat Jorge Martin Tertekan: Dia Merasa Ditinggalkan Ducati
Hobi
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Bukan Hanya Konsol! Xbox Siapkan Family of Devices lewat Project Helix
-
Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!
-
Timur Tengah Memanas, Timnas Indonesia Terancam Batal Lawan Yordania?
Terkini
-
Ironi Kaderisasi Kampus: Aturan PKKMB Diterabas dan Senioritas Berkuasa
-
Terjebak di Tengah Masa Lalu yang Belum Usai dalam Novel Cincin Kedua
-
Law of the Line Tayang 2027, Jang Ki Yong dan Oh Jung Se Adu Strategi
-
Review Beware Boiuna: Teror Monster Raksasa Amazon yang Penuh Ketegangan!
-
Gaji Baru Masuk, Rencana Menabung Langsung Kalah oleh Keinginan: Relate?