Sebuah totalitas diperlihatkan oleh atlet anggar asal Mesir, Nada Hafez. Ternyata Nada Hafez tengah hamil tujuh bulan saat berlaga di Olimpiade Paris 2024 yang sedang berlangsung.
Nada Hafez merupakan satu dari 21 atlet anggar yang mewakili Mesir di Olimpiade Paris 2024 pada 26 Juli hingga 11 Agustus mendatang. Atlet anggar berusia 26 tahun itu bertanding dalam nomor individu sabel putri (sabre).
Nada Hafez mengawali langkahnya di Olimpiade Paris 2024 melawan Elizabeth Tartakovsky (Amerika Serikat) di babak 32 besar dengan kemenangan. Nada Hafez menang dengan skor akhir 15-13.
Kemenangan tersebut mengantarkannya menuju ke babak 16 besar menghadapi wakil Korea Selatan, Hayoung Jeon, di Grand Palais-Red Piste, Senin (29/7/2024). Sayang, langkahnya terhenti sampai di 16 besar, usai kalah dengan skor akhir 7-15 dari Hayoung Jeon.
Meski langkahnya terhenti di babak 16 besar, Nada Hafez tetap bangga. Nada Hafez bangga bukan hanya karena penampilannya, tetapi juga karena ia bertanding di Olimpiade saat sedang mengandung.
"Atlet Olimpiade yang sedang hamil 7 bulan! Apa yang Anda lihat sebagai dua pemain di podium, sebenarnya adalah tiga pemain! Itu adalah saya, pesaing saya, dan bayi kecil saya yang belum lahir ke dunia!" tulis Nada Hafez, mengekspresikan kebanggaan yang luar biasa atas pencapaiannya, dalam sebuah unggahan di Instagram miliknya, dikutip dari NBCOlympics.com.
"Saya dan bayi saya menghadapi banyak tantangan, baik secara fisik maupun emosional. Rollercoaster kehamilan itu sendiri sudah berat, tetapi harus berjuang untuk menjaga keseimbangan hidup dan olahraga juga tidak kalah beratnya, namun sepadan."
Nada Hafez juga menjelaskan bahwa dirinya mendapat dukungan dari sang suami dan keluarganya untuk bisa tampil di Olimpiade Paris 2024 meski sedang berbadan dua.
"Saya beruntung mendapat kepercayaan dari suami saya (Ibrahim Ihab) dan keluarga saya untuk bisa melangkah sejauh ini," lanjutnya.
Paris 2024 sendiri menandai penampilan ketiga Nada Hafez di Olimpiade. Sebelumnya, Hafez telah berpartisipasi di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020 (digelar 2021).
Wanita kelahiran Kairo, 28 Agustus 1997 itu awalnya lebih ke olahraga renang dan senam. Akan tetapi, setelah melihat temannya bertanding olahraga anggar, Nada Hafez mulai tertarik.
"Saya pertama kali mengambil renang dan senam, tetapi kemudian saya harus meninggalkan senam dan saya bergabung dengan anggar secara kebetulan. Saya merasa ingin mencobanya setelah melihat teman saya dan begitu saya mencobanya, saya menyukainya," ujar wanita dengan gelar sarjana kedokteran dari Universitas Kairo itu, dikutip dari Olympics.com.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Profil Sjoerd Woudenberg: Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era Kluivert
-
Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Kilas Balik MotoGP Argentina 2018: Start Unik Jack Miller yang Jadi Sorotan
Artikel Terkait
-
Hasil Sepak Bola Olimpiade 2024: The New Mohamed Salah Tekuk Juara Euro 2024 Spanyol
-
Jadwal Wakil Indonesia di Badminton Olimpiade Paris Hari Ini, Ada Fajar/Rian!
-
Olimpiade Paris 2024: 3 Pebulutangkis Tunggal Indonesia Incar Tiket Perempat Final
-
Olimpiade 2024: Peluang Fajar/Rian Lolos ke Perempat Final
-
Dari Sungai Seine Hingga Breakdance: Deretan Fakta Unik Olimpiade Paris 2024
Hobi
-
Piala Dunia 2026, Timnas Qatar dan Kelayakan Semu The Maroon Tampil di Putaran Final Gelaran
-
Sepatu Pemain Raib, Logistik Timnas Inggris Dibobol Jelang Piala Dunia 2026
-
FIFA Angkat Tangan, Nasib Thomas Partey di Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
Terkini
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan