Timnas Indonesia dipastikan akan mendapatkan tambahan amunisi baru sebelum matchday ke-7 babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Australia pada bulan Maret 2025 mendatang. Hal ini dikarenakan salah satu pemain keturunan Indonesia, yakni Ole Romeny resmi bersedia menjalani proses naturalisasi dan membela timnas Indonesia di masa depan.
Melansir dari akun instagram pribadi ketua umum PSSI, Erick Thohir, @erickthohir, penyerang berusia 24 tahun yang kini membela klub Belanda, FC Utrecht tersebut memang menjadi salah satu incaran PSSI untuk dinaturalisasi. Jika proses naturalisasinya berjalan lancar, kemungkinan Ole Romeny akan bisa membela timnas Indonesia pada laga kontra Australia di bulan Maret 2025 mendatang.
Ragnar Oratmangoen Sambut Gembira Kehadiran Ole Romeny di Timnas Indonesia
Di sisi lain, hadirnya Ole Romeny yang akan dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia disambut dengan hangat oleh beeberapa pemain timnas Indonesia. Salah satu pemain yang sangat gembira menyabut kedatangan penyerang muda tersebut adalah Ragnar Oratmangoen. Melansir dari laman berita suara.com (20/11/2024), penyerang asal klub Belgia, FCV Dender tersebut sangat gembira dengan kehadiran Ole Romeny di timnas Indonesia.
Seperti yang diketahui, Ragnar Oratmangoen adalah salah satu pihak yang turut mengajak Ole Romeny untuk membela timnas Indonesia yang notabene adalah tanah leluhurnya. Dirinya juga menyebut menjadi salah satu orang yang turut mengajakanya untuk bergabung dengan timnas Indonesia.
“Saya sangat senang, seperti yang saya katakan sebelumnya. Saya bicara banyak dengannya. Saya meyakinkan dirinya (untuk join Timnas Indonesia). Saya senang lihat dirinya pekan lalu di Jakarta. Dan berita pun sudah mengatakan dia akan join timnas. Saya sangat senang dia akan berada bersama kami. Saya pikir dia akan jadi tambahan yang bagus untuk tim,” ujar Ragnar Oratmangoen.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, hadirnya Ole Romeny diharapkan menjadi salah satu hal positif bagi timnas Indonesia, khususnya di lini depan. Bersama FC Utrecht sejauh ini, dirinya sudah bermain sebanyak 11 laga dan mencatatkan 2 gol bersama klub asal kota Utrecht, Belanda tersebut. Seperti yang diketahui, lini depan menjadi permasalahan klasik di skuad timnas Indonesia hingga saat ini. Hal tersebut dikarenakan tak adanya striker yang dianggap benar-benar tajam di sektor lini depan yang bisa dijadikan tumpuan skuad garuda.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Marselino Ferdinan Jadi Man of the Match, Ragnar Oratmangoen Beri Pujian
-
3 Alasan Timnas Indonesia Bisa Jura Piala AFF 2024 meski Turunkan Pemain Muda
-
Cek Fakta: Cristiano Ronaldo Puji Timnas Indonesia dan Bicara Peluang Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Media Belanda Soroti Kemenangan Timnas Indonesia: Skuadnya Mirip Tim Oranje
-
Eliano Reijnders Klarifikasi Tudingan Tak Bahagia di Timnas Indonesia
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui