Pasukan Gajah Perang, Thailand sukses menunjukkan kelasnya di babak semifinal gelaran ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024.
Thailand yang menjadi tuan rumah bagi tim tamu Filipina, sukses memetik kemenangan guna mengamankan satu tiket babak final gelaran edisi 2024 ini.
Menyadur laman aseanfootball.org, pertarungan antara Filipina melawan Thailand sendiri berjalan dengan alot.
The Azkals (julukan Timnas Filipina) yang bermodalkan kemenangan 2-1 saat leg pertama lalu, di luar dugaan berhasil memaksakan penentuan pemenang ditempuh melalui jalur perpanjangan waktu.
Hal itu terjadi karena hingga waktu normal berakhir, agregat kedua kesebelasan berada di angka yang sama, yakni 3-3. Maka, mau tak mau pertarungan untuk memperebutkan satu tiket final yang tersisa pun harus dijalani kedua kesebelasan hingga babak perpanjangan waktu.
Di babak perpanjangan waktu, Thailand yang sudah teruji kualitasnya berhasil menunjukkan kelasnya. Meskipun berulang kali mendapatkan serangan sporadis dari kubu Filipina, kedewasaan permainan yang ditunjukkan oleh Timnas Thailand pada akhirnya berbuah manis.
Kubu Thailand yang mengetahui Filipina banyak melakukan pergantian dengan memasukkan para pemain yang bertipikal menyerang, langsung menerapkan kontra strategi yang efektif.
Menyadari bahwa kubu Filipina lebih berorientasi menyerang, Thailand justru melawannya dengan melakukan permainan yang lebih agresif, dan berhasil memanfaatkan lowongnya lini pertahanan The Azkals.
Sepertimana yang diberitakan oleh laman resmi AFF, gol penyerang andalan mereka, Suphanat Mueanta pada menit ke-116 membuat Pasukan Gajah Perang unggul 3-1 pada laga tersebut, sekaligus merubah agregat kedudukan menjadi 4-3 untuk keunggulan Thailand.
Pasca unggul, kedewasaan permainan Thailand juga kembali memegang peranan penting dalam mempertahankan skor.
Alih-alih bermain bertahan pasca unggul layaknya tim-tim lain, Thailand justru tetap tampil normal dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Filipina yang sejatinya sudah merencanakan tampil menyerang sedari awal perpanjangan waktu.
Alhasil, The Azkals yang merencanakan menyerang sedari awal babak perpanjangan waktu, pada akhirnya harus tampil di bawah tekanan dan mendapatkan hukuman yang membuat mereka harus tersisih di fase empat besar ini.
Kemenangan Thailand atas Filipina ini juga menjadi sebuah penanda berakhirnya gelombang kejutan yang diciptakan oleh Filipina.
Sebelumnya, Filipina yang berada di ujung tanduk, sukses menciptakan kejutan saat menyingkirkan Indonesia di fase penyisihan grup dengan mengalahkan mereka di kandang Garuda.
Tak hanya itu, ketika berhadapan dengan Thailand pada leg pertama lalu, Quincy Kammeraad dan kolega juga sukses membuat kejutan dengan mengalahkan sang Raja Asia Tenggara dengan skor tipis 2-1.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan
-
Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk