Kevin Diks lebih memilih pindah ke Borussia Monchengladbach ketimbang VfL Wolfsburg. Apa alasannya?
Kevin Diks direkrut Borussia Monchengladbach dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama FC Copenhagen berakhir pada 30 Juni 2025.
Meski transfer Kevin Diks diumumkan pada Minggu (26/1/2025), ia baru bergabung dengan Gladbach pada 1 Juli 2025. Bek Timnas Indonesia itu diikat kontrak selama lima tahun oleh Borussia Monchengladbach.
Sebelum menerima tawaran Borussia Monchengladbach, Kevin Diks ternyata juga didekati klub yang juga berkompetisi di Bundesliga (kasta teratas Liga Jerman), VfL Wolfsburg.
Namun, pria bernama lengkap Kevin Diks Bakarbessy ini pada akhirnya memilih Borussia Monchengladbach. Lantas, alasan apa yang membuat Kevin Diks menerima tawaran klub berjuluk Die Fohlen?
Menurut laporan media asal Jerman, Rheinische Post, Kevin Diks lebih pilih Gladbach daripada Wolfsburg karena ada tawaran yang tidak bisa membuatnya menolak. Tawaran itu dari segi tantangan olahraga dan finansial.
"Borussia Monchengladbach memberi saya kesempatan yang tidak bisa saya tolak, baik dalam hal tantangan olahraga maupun kondisi keuangan," ujar pemain yang lahir di Appeldorn ini.
Adapun, Borussia Monchengladbach punya reputasi yang sangat baik di Jerman maupun Eropa pada era 1970-an. Di Jerman, Gladbach pernah menjadi jagoan Bundesliga dengan berhasil meraih gelar sebanyak lima kali pada tahun 1970, 1971, 1975, 1976, dan 1977.
Sementara di Eropa, Gladbach berhasil menjadi kampiun Piala UEFA (kini Liga Europa) pada tahun 1975 dan 1979, serta meraih posisi runner-up pada tahun 1973 dan 1980.
Selain itu, klub yang identik dengan warna hitam, putih, dan hijau ini juga mencapai final Piala Champions pada tahun 1977. Namun, titel juara gagal didapat karena mereka takluk dari Liverpool. Di tahun yang sama, Borussia Monchengladbach juga harus menyerah dari Boca Juniors di final Piala Interkontinental.
Reputasi inilah yang membuat Kevin Diks sangat senang bisa pindah ke Borussia Monchengladbach. Ia pun bersemangat untuk segera membela klub barunya itu. Namun, Kevin Diks masih harus fokus ke klubnya saat ini, FC Copenhagen.
"Saya sangat senang bisa pindah ke Borussia. Gladbach adalah klub besar di Jerman. Saya bersemangat untuk masa depan, tetapi saya masih memiliki beberapa target penting yang harus dicapai di klub saya saat ini dan saya menantikan paruh kedua musim ini bersama FC Copenhagen," tutur pemain berdarah campuran Belanda-Indonesia ini, dikutip dari situs resmi klub.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Profil Sjoerd Woudenberg: Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era Kluivert
-
Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Kilas Balik MotoGP Argentina 2018: Start Unik Jack Miller yang Jadi Sorotan
Artikel Terkait
-
Cek Fakta: Optimis Lolos Piala Dunia, PSSI Borong Enam Striker Grade A Untuk Timnas
-
Profil Ruggero Mannes, Pemain Liga Slovenia yang Punya Darah Jawa, Jebolan Liga Italia
-
Shin Tae-yong Tendang Rizky Ridho, Netizen: Pelatih Baru Bakal Kayak Gini Juga Nggak?
-
3 Pelatih Top yang Bisa Gantikan Indra Sjafri Jika Gagal di Piala Asia U-20 2025
-
Siapa Thaliro Hitipeuw, Kiper PSV Eindhoven Keturunan Papua Calon Penerus Maarten Paes
Hobi
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
Terkini
-
Diary Seorang Digital Slaves: Saat Notifikasi Lebih Mengatur Saya daripada Alarm
-
Eona: Ketika Punggawa Naga Terakhir Menentukan Nasib Sebuah Kekaisaran
-
Review Film The Bell: Sajikan Elemen Horor Psikologis yang Begitu Mendalam!
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
-
Dunia Maya: Labirin Evolusi dan Teka-Teki Keabadian Jostein Gaarder