Princess Sirivannavari Thailand Masters 2025 telah menuntaskan laga final sektor ganda campuran pada Minggu (02/02/2025) di Nimibutr Stadium, Bangkok. Membuka pertandingan pertama, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti menantang wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran
Pertarungan perebutan gelar Super 300 berlangsung cukup sengit sejak set pertama. Saling serang dan adu kekuatan mewarnai laga kali ini hingga gap skor pun terpantau ketat seolah tidak ada yang mau mengalah dengan mudah.
Sempat unggul poin cukup jauh dan hampir saja terkejar, akhirnya set pertama berhasil diamankan Dejan/Fadia. Namun, pertandingan dengan intensitas yang semakin tinggi kembali dipamerkan oleh kedua pasangan di set kedua.
Dejan/Fadia yang sempat kalah poin lalu perlahan menyusul harus kembali tertinggal pada jeda interval. Meski begitu, tampaknya daya juang ganda muda Pelatnas ini belum padam untuk memperjuangkan kemenangan.
Sayangnya, terjadi cukup banyak kesalahan sendiri yang dilakukan Dejan/Fadia di area depan pasca interval babak kedua. Akhirnya, Bass/Supissara sukses curi kemenangan di gim kedua dan paksakan rubber.
Dejan/Fadia terus kehilangan fokus dan Bass/Supissara tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk menambah poin. Akhirnya, Bass/Supissara memenangi laga ini dengan keunggulan 19-21, 21-17, dan 21-13 atas Dejan/Fadia.
Bass/Supissara keluar sebagai juara dan naik podium tertinggi Thailand Masters 2025. Sejak dipasangkan, Bass/Supissara memang selalu tampil impresif dan telah meraih beberapa gelar juara. Selain Thailand Masters 2025, Bass/Supissara juga menjadi juara Japan Masters 2024, Syed Modi International 2024, dan terbaru Malaysia Open 2025.
Hasil ini juga memastikan tuan rumah mempertahankan gelar juara turnamen Thailand Masters di nomor ganda campuran. Sebelumnya pada edisi 2024 Dechapol Puavaranukroh juga naik podium juara bersama partner lamanya, Sapsiree Taerattanachai.
Di sisi lain, hasil untuk Dejan/Fadia sebagai runner up Thailand Master 2025 juga tidak terlalu buruk. Sebagai pasangan muda yang baru dipasanglan awal tahun ini, tentu gelar sebagai runner up Super 300 bisa menjadi awal yang baik. Semoga ke depannya Dejan/Fadia bisa menambah koleksi gelar di turnamen berikutnya.
Baca Juga
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?
-
Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?
-
Begadang Demi Me Time: Hati-hati Jeda Palsu Revenge Bedtime Procrastination
Artikel Terkait
-
Statistik Membuktikan, Pindah Ke Thailand Bagus Bagi Pratama Arhan
-
Jadwal Final Thailand Masters 2025, Tidak Laga Perang Saudara Lagi!
-
Beda Nasib dengan Putri KW, Komang Lolos ke Final Thailand Masters 2025
-
Dejan/Fadia Melaju ke Partai Puncak Perdana di Thailand Masters 2025
-
Thailand Masters 2025: Ganda Campuran Indonesia Amankan Tiket Partai Puncak
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?
-
Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial