Tren kesuksesan kini tengah menyelimuti Timnas Indonesia U-17 di gelaran Piala Asia U-17 yang dihelat di Arab Saudi. Bagaimana tidak, anak asuh Nova Arianto tersebut kini telah menyapu bersih dua kemenangan di dua laga awal fase penyisihan grup C.
Lebih membanggakannya lagi adalah, kesuksesan tersebut diraih oleh Anak-anak Garuda ketika mereka berada satu grup dengan Korea Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa sepak bola benua Asia.
Bahkan, jika dipikirkan lebih mendalam, pencapaian Timnas Indonesia saat ini bisa saja membuat Timnas usia muda Negeri Ginseng tersebut merasa malu.
Kira-kira, apa saja ya pencapaian Timnas Indonesia yang harusnya bisa bikin Korea Selatan merasa malu di perhelatan Piala Asia U-17 kali ini?
Mari kita bahas tiga di antaranya!
1. Kalahkan Mereka Secara Langsung
Pencapaian besar Timnas Indonesia U-17 yang harusnya membuat malu Korea Selatan di Piala Asia U-17 edisi kali ini adalah, Pasukan Muda Merah Putih ini berhasil mengalahkan Korea Selatan dalam pertarungan langsung.
Bagi negara-negara di kawasan benua Asia, bertemu dengan Korea Selatan merupakan sebuah hal yang tentunya membuat gentar.
Pasalnya, Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling stabil prestasi sepak bolanya, dan terus berada di level tertinggi persepakbolaan Benua Kuning selama berdekade-dekade.
Pun demikian halnya ketika Timnas Indonesia harus bertemu dengan mereka, di pertandingan pertama pula. Terlebih, di gelaran Piala Asia U-17 kali ini, status Timnas Indonesia dan Korea Selatan ibarat langit dan bumi.
Dalam rilisan AFC, ketika drawing pembagian grup lalu, Korea Selatan berada di pot pertama alias pot unggulan, sementara Timnas Indonesia berada di pot keempat alias non unggulan.
Dengan statusnya sebagai unggulan, Korea Selatan apa tidak malu dikandaskan oleh Indonesia yang sama sekali bukan tim unggulan?
2. Menjadi Tim Pemuncak Klasemen Grup C
Pencapaian kedua Indonesia yang bisa membuat Korea Selatan malu adalah, hingga usainya matchday kedua gelaran, Timnas Indonesia kini tengah nyaman berada di posisi puncak klasemen.
Bagaimana bisa, tim non unggulan yang prestasinya pasang-surut di pentas sepak bola level benua, justru yang menjadi pemuncak klasemen grup, di mana di dalam grup tersebut terdapat tim sekelas Korea Selatan?
Ketika awal Piala Asia U-17 ini digulirkan, tentunya banyak kalangan, bahkan penggemar Timnas Indonesia sendiri yang menjagokan Korea Selatan akan menjadi penguasa grup C ini.
Namun kenyataannya adalah, justru Timnas Indonesia lah yang menjadi pemuncak klasemen, dan berpotensi untuk mengakhiri fase penyisihan grup dengan status tersebut jika AFC benar-benar menerapkan head-to-head antar kontestan sebagai penentu posisi di klasemen babak grup.
3. Tim Pertama yang Lolos ke Piala Dunia
Pencapaian ketiga Timnas Indonesia yang bisa membuat Korea Selatan malu adalah, mereka berhasil menjadi tim pertama di grup C yang lolos ke putaran final Piala Dunia U-17 tahun 2025 ini di Qatar!
Sebagai pelanggan tetap Piala Dunia dari benua Asia, pencapaian Indonesia ini tentunya menjadi sebuah arang yang mencoreng wajah mereka.
Bagaimana bisa, tim sekelas mereka bisa kalah dari tim yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dalam pertarungan memperebutkan tiket Piala Dunia U-17?
Terlebih lagi, secara keseluruhan, iklim sepak bola kedua negara pun memiliki julangan yang selayak langit dan bumi, di mana Korea Selatan memiliki iklim sepak bola yang berkelas, sementara Indonesia memiliki iklim sepak bola rumit dan tak jelas.
Jika teman-teman jadi Korea Selatan, kira-kira ikut merasa malu atau tidak nih, di Piala Asia U-17 kali ini tersalip dengan telak oleh Indonesia?
Baca Juga
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
Artikel Terkait
-
Shin Tae-yong Pasang Badan Buat Korea, Sindir Timnas Indonesia U-17
-
Bodycharge Mematikan Jadi Senjata Rahasia Timnas U-17 di Tangan Nova Arianto
-
Afghanistan vs Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto Siapkan Kejutan
-
Masuk Daftar Top Skor AFC U-17, Evandra Florasta Terbantu Kelebihan Mental Reboundnya
-
Timnas Indonesia U-17 Sukses ke Piala Dunia U-17 2025, PT LIB: Tak Semata-mata Mengklaim
Hobi
-
Verstappen Effect? Nrburgring 24H Ludes untuk Pertama Kali dalam Sejarah
-
Jadwal MotoGP Catalunya 2026: Marc Marquez Absen, Aprilia Berkuasa Lagi?
-
Strategi Rockstar "Menganaktirikan" Gamer PC? GTA 6 Rilis di Console Dulu!
-
4 Hal Menarik di MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Tampil Sempurna!
-
Katanya AI Mau Gantiin Manusia? Atlet Excel Ini Buktikan Robot Gak Ada Apa-apanya!
Terkini
-
Upacara Adat Majemukan Desa Glagahan: Merajut Syukur dan Menjaga Warisan Leluhur
-
Saat Kebenaran Dikalahkan Artikulasi: Luka Nalar dalam LCC 4 Pilar MPR RI
-
Sinopsis Obsession, Film Horor Supernatural tentang Cinta Obsesif yang Berubah Jadi Teror
-
Anime Akane-banashi Masuki Arc Karaku Cup, Akane Hadapi Dua Rival Kuat
-
Maaf Saja Tak Cukup: Menuntut Restorasi Keadilan bagi 'Juara yang Terampas'