Berbeda dari pertandingan-pertandingan sebelumnya yang bagaikan laga hidup dan mati, PSIS Semarang akan menjalani dua pekan terakhir BRI Liga 1 2024/2025 dengan langkah lebih ringan. Mereka tak lagi diburu target mempertahankan eksistensi, sebab nasibnya sudah ditentukan.
Laskar Mahesa Jenar resmi terdegradasi dan harus turun kasta, ini adalah kenyataan pahit yang mau tak mau harus diterima. Namun bermain tanpa beban lagi saat menantang Malut United FC dalam pekan ke-32, PSIS tetap membidik hasil terbaik.
Tim asuhan pelatih caretaker Muhammad Ridwan itu enggan bertanding hanya sebatas formalitas. Target yang diusung suah pasti, yakni merebut tiga poin dari tangan Laskar Kie Raha di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
"Kami ke sini membawa keseriusan, membawa rasa ingin menang. Kami datang dari Semarang di sisa dua laga kami akan memberikan seluruh penampilan terbaik yang kita punya,” tegas Ridwan, mengutip laman ligaindonesiabaru.com pada Jumat (16/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, legenda hidup PSIS Semarang ini menyoroti materi pemain Malut United. Tak sedikit penggawa tuan rumah yang pada musim-musim sebelumnya merupakan bagian dari pasukan Laskar Mahesa Jenar.
Menurutnya, ada dua kemungkinan yang akan terjadi di atas lapangan. Kemungkinan pertama, mereka menyerah. Sedangkan kemungkinan kedua, PSIS tetap berjuang keras untuk mempertahankan harga diri sendiri, klub, dan liga.
Ridwan memastikan bahwa timnya datang untuk menampilkan segala hal yang terbaik demi kebanggaan bersama. Ia pun menyadari bagaimana situasi dalam skuad PSIS Semarang telah berubah seiring dengan fakta mereka tak bisa bersaing di Liga 1 Indonesia musim depan.
“Seperti persiapan-persiapan sebelumnya, kami sudah melakukan persiapan maksimal. Memang situasi sudah berubah di pertandingan sekarang dan sebelumnya beda. Di pertandingan sebelumnya, kami masih menyimpan asa untuk bertahan di BRI Liga 1, namun di pertandingan kami nanti sudah dipastikan terdegradasi,” tuturnya.
Malut United Waspadai Permainan Lepas PSIS Semarang
Berbeda dengan tim tamu yang dipastikan terdegradasi, Malut United FC justru tengah berbunga-bunga dengan penampilan cemerlang sepanjang kompetisi. Status sebagai tim promosi tak lantas membuat performa mereka kalah saing dibanding para pendahulu di kasta tertinggi sep bola Indonesia.
Sebab, anak asuhan Imran Nahumarury berhasil mengemas 53 poin dan menduduki urutan keempat klasemen. Defisit poin dengan Persebaya Surabaya yang menghuni peringkat ketiga hanyalah dua poin saja.
Kehadiran Laskar Mahesa Jenar pun dinilai sebagai ancaman serius. Terlepas dari nasib PSIS ke depannya, mereka adalah salah satu tim terbaik yang musim lalu finis di posisi keenam klasemen akhir. Selain itu, PSIS juga akan tampil tanpa beban.
“Menghadapi tim nothing to lose akan lebih sulit dibanding tim yang posisinya sudah aman di liga,” kata pelatih Imran.
Juru taktik lokal itu memastikan bahwa Malut United FC tetap melakukan persiapan seperti sebelum-sebelumnya, dan para pemain pun bersedia untuk tampil 100 persen meladeni perlawanan PSIS Semarang.
Di atas kertas, skuad tuan rumah memang jauh lebih diunggulkan. Selain catatan mengkilap dalam 32 pekan, mereka juga akan memperoleh dukungan moral dari para pendukung, yakni masyarakat Ternate.
“Bagi saya, gelar pribadi itu tidak penting. Hal yang utama adalah bisa melihat masyarakat Maluku Utara gembira dan tersenyum dan merasakan euforia. Situasi tersebut menjadi penghargaan tertinggi bagi saya, terima kasih untuk kalian semua,” imbuh pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Perlu dicatat, kick off pertandingan ini akan digelar nanti malam pukul 19.00 WIB. Jangan sampai ketinggalan keseruannya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
-
Belanda Terpeleset di Babak Tos-tosan, Maroko Kantongi Tiket 16 Besar
-
Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?
-
Piala Dunia 2026 dan Seni Melupakan Masalah Selama 90 Menit
-
Identik dengan Nobar, Piala Dunia 2026 Tak Nikmat Jika Ditonton Sendirian?
Artikel Terkait
-
Bojan Hodak akan Rotasi dan Turunkan Lapis Kedua, Persib Bandung Bisa Tetap Menang?
-
Wow! Tim Peringkat Tiga dan Empat BRI Liga 1 Dapat Hak Istimewa, Apa Itu?
-
Paul Munster Disanksi, Coach Uston Pimpin Persebaya Habiskan Sisa Musim
-
Persib Bandung Ogah Leha-leha, Bojan Hodak: Kalah, Kehilangan Hormat!
-
Performa Nadeo Argawinata Puaskan Pelatih Borneo FC, OTW Dipanggil Timnas Indonesia?
Hobi
-
Sering Terlupakan! Ini 10 Profesi Penting di Balik Layar Piala Dunia 2026
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Penyakit Lama Kambuh, Jerman Kembali Tersingkir Dini dari Ajang Piala Dunia
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
Terkini
-
Media Sosial Membentuk Standar Baru Buat Perempuan: Inspirasi atau Tekanan?
-
Transformasi Norwegia Mengubah Peta Persaingan Piala Dunia 2026
-
4 Jelly Cleanser untuk Semua Jenis Kulit: Wajah Bersih tanpa Rasa Ketarik!
-
Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?
-
Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege