Muhammad Supriadi kembali menjadi sorotan menjelang bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Pemain yang sebelumnya dikenal sebagai winger itu, mendadak tampil dalam peran baru di posisi bek kanan saat mengikuti sesi latihan Persik Kediri.
Latihan tersebut digelar di Stadion Daha Jayati, Desa Bulusari. Merujuk ileague.id, pesepak bola yang akrab disapa Supri tersebut tampil cukup solid dan menunjukkan permainan yang taktis dalam pertandingan internal berdurasi 2x45 menit.
Supri kerap bekerja sama dengan baik bersama Hugo Samir, winger kanan tim Macan Putih. Beberapa kali, kolaborasi keduanya memunculkan pola serangan dari sisi sayap yang cukup menjanjikan.
Namun menurut Asisten Pelatih Persik Kediri Johan Prasetya, penempatan Supriadi di posisi bek kanan belum menjadi keputusan permanen. Johan menjelaskan bahwa ini hanya bagian dari antisipasi jika ada pemain inti yang berhalangan.
“Kami mencoba Supriadi sebagai bek kanan. Itu hanya sementara,” ujar Johan, Selasa (5/8/2025).
Langkah itu diambil sebagai solusi atas kemungkinan absennya dua pemain baru yang biasa mengisi posisi bek kanan, yakni Gavin Kwan dan Novri Setiawan. Keduanya baru bergabung. Gavin didatangkan dari Borneo FC Samarinda, sedangkan Novri dari Bali United FC.
Musim lalu, Supri memang tidak banyak mendapat menit bermain. Ia hanya mencatatkan enam penampilan dan satu gol. Jumlah ini merosot tajam dibanding musim 2023/2024, ia bermain sebanyak 29 kali dan mencatatkan empat assist.
Supri bukanlah nama baru dalam kancah sepak bola nasional. Pemain kelahiran 23 Mei 2002 ini mengawali karier profesionalnya bersama Persebaya Surabaya dan sempat digadang-gadang sebagai bintang masa depan.
Bersama Persebaya, Supriadi tampil sebanyak 37 kali dan mencetak satu gol. Namanya mulai dikenal sejak menjadi andalan Timnas Indonesia kelompok umur, mulai dari U-16, U-17, hingga U-19.
Puncaknya, ia ikut membawa Indonesia juara Piala AFF U-16 2018 di bawah pelatih Fakhri Husaini. Sayangnya, ketatnya persaingan di posisi winger membuat Supri kehilangan tempat di Persebaya dan akhirnya pindah ke Persik.
Namun kini, peluang untuk bangkit terbuka kembali. Apalagi setelah sembuh total dari cedera lutut anterior cruciate ligament (ACL) yang sempat menghambat kariernya. Supriadi kini dalam kondisi fit dan siap memberi kontribusi maksimal.
Menanti Kembalinya Supriadi, Pelatih Persik Kediri Perlu Beri Kesempatan
Supriadi telah melewati masa sulit usai cedera ACL yang memaksanya menjalani operasi dan absen cukup lama. Dengan kondisi fisik yang sekarang sudah prima, ia memasuki musim ketiganya bersama Persik dengan semangat baru.
Ia mengaku betah tinggal di Kediri dan merasa suasana di klub sangat mendukung proses pemulihannya. Hal ini menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan diri dan fokus menghadapi musim baru.
Pelatih Ong Kim Swee yang kini menukangi Persik Kediri disebut membuka peluang besar bagi pemain-pemain potensial seperti Supriadi. Dikenal sebagai pelatih yang berani memberi kesempatan, Ong diyakini bisa menjadi jembatan kebangkitan Supri.
Ong Kim Swee sendiri baru saja direkrut dari Persis Solo, klub yang ia bawa keluar dari zona degradasi musim lalu. Dengan rekam jejak itu, publik Kediri menaruh harapan besar padanya.
Sang pelatih asal Malaysia ini juga menekankan pentingnya membangun tim yang kompetitif dan konsisten. Ia diyakini akan mengedepankan pemain yang siap tampil, termasuk Supriadi.
Pengalaman Supriadi bersama Timnas dan klub besar seperti Persebaya menjadi nilai lebih. Ia bukan pemain sembarangan, hanya perlu kesempatan untuk membuktikan dirinya kembali.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
BRI Super League: Madura United Bongkar Kriteria Bek Anyar, Asal Afrika?
-
BRI Super League: Aji Kusuma Tak Kesulitan Adaptasi dengan Strategi Pelatih
-
BRI Super League: Bali United Terus Evaluasi Diri, Chemistry Belum Matang?
-
Blak-blakan! Dejan Racic Ungkap Alasan Terima Pinangan Bhayangkara FC
-
BRI Super League: PSBS Biak Kembali Jadi Tim Musafir, Optimisme Tak Luntur?
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar
-
Buku Puisi Sergius Mencari Bacchus: Antara Kesepian, Doa, dan Keberanian
-
Review His & Hers: Kisah Pasangan yang Terjebak dalam Lingkaran Konflik!
-
Menjemput Kelezatan Rendang Kuah Hitam Autentik di RM Pak Haji Munir Jambi