Akhir pekan di GP Hungaria 2025 mungkin akan menjadi salah satu seri yang pahit bagi Alex Marquez musik ini. Ini adalah kali pertama dia mencicipi balapan di Sirkuit Balaton Park, tapi sangat disayangkan hasil yang dibawa pulang jauh dari harapan.
Di sesi sprint, Alex hanya bisa mengakhiri balapan di urutan kedelapan. Bukannya membaik, situasi semakin buruk saat race utama, di mana ia harus puas berada di posisi ke-14 setelah sempat kehilangan kendali dan terjatuh.
Walau begitu, adik Marc Marquez itu memilih untuk tidak terlalu larut dalam kekecewaan. Baginya, perjalanan musim ini masih panjang dan peluang untuk bangkit masih sangat terbuka.
Ketika ditanya usai balapan utama, Alex mengaku tidak sepenuhnya paham mengapa motornya terasa begitu sulit dikendalikan.
Ada momen ketika ia merasa sudah berada di jalur yang tepat, tapi tiba-tiba motor seakan lepas dari kontrol. Ia menyadari betul bahwa ada banyak detail kecil yang luput dari perhatian dan itu membuat performanya merosot.
"Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya berada di jalur, tanpa keluar, tapi sayangnya saya kehilangan kendali dan terjatuh. Akhir pekan itu sungguh tak terlupakan, karena kami membuat begitu banyak kesalahan dan itu di luar level saya. Kami perlu bekerja keras karena kamu harus komplet di setiap trek," ujar Alex, dilansir dari laman GPOne.
Alih-alih terjebak dalam rasa frustrasi, Alex memilih sikap lebih tenang. Menurutnya, panik justru akan merugikan dirinya sendiri. Ia percaya dengan delapan seri tersisa, kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan kembali tampil konsisten masih sangat besar.
"Saya rasa kita tidak perlu panik karena di Austria kita berjuang untuk meraih kemenangan di trek yang tidak menguntungkan kita. Mungkin kita perlu sedikit menyegarkan diri karena di Barcelona akan lebih baik. Tidak perlu panik karena musim masih panjang dan masih banyak balapan," tambahnya.
Menariknya, Alex juga sempat mendapat pertanyaan soal apakah situasinya bisa disamakan dengan yang dialami Pecco Bagnaia. Juara dunia bertahan itu memang tengah kesulitan besar sejak awal musim dan kerap tercecer jauh dari persaingan terdepan.
Alex menilai bahwa meski sama-sama menghadapi masa sulit, kondisinya berbeda dengan Pecco. Menurutnya, performa yang menurun di Hungaria lebih karena faktor-faktor khusus yang muncul sepanjang akhir pekan, bukan seperti Bagnaia yang sudah datang dengan masalah.
"Saya rasa situasinya berbeda. Dia sudah sangat kesulitan selama latihan bebas, sementara saya cukup percaya diri. Saya rasa ada beberapa situasi khusus yang membuat akhir pekan saya terasa kurang menyenangkan," katanya.
Untuk saat ini, posisi Alex sendiri di klasemen sementara pun sebenarnya masih tergolong bagus. Dia masih bertahan di urutan kedua, meski jarak poin dengan Marc Marquez, kini semakin melebar.
Selisih keduanya kini mencapai 175 poin, meskipun tidak mudah untuk dikejar. Namun Alex tidak mau terlalu fokus pada angka tersebut. Ia lebih memilih menatap setiap balapan secara bertahap, menganggapnya sebagai kesempatan baru untuk meraih poin maksimal.
Dengan delapan seri tersisa, Alex masih punya ruang untuk memperbaiki banyak hal. Motivasinya tetap tinggi, rasa percaya dirinya pun tidak runtuh hanya karena satu akhir pekan yang buruk.
Dukungan tim, kerja keras dalam menemukan solusi teknis, serta keyakinan untuk tidak mudah goyah adalah modal utamanya untuk tetap bersaing di papan atas.
Meski terpaut jarak yang jauh untuk merebut posisi puncak klasemen, Alex yakin musim ini masih bisa ditutup dengan catatan baik jika ia mampu menjaga fokus dan konsistensi di setiap balapan berikutnya.
Baca Juga
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
-
Twibbon Maba Pakai Video Lucu: Anak Muda Sekarang Tak Mau Terlalu Serius
Artikel Terkait
-
Masih Pelajari Motor RS-GP, Jorge Martin Langsung Finis P4 di Balaton Park
-
Alami Peningkatan, Pecco Bagnaia Senang Walau Finis di Urutan Kesembilan
-
Tak Terbendung! Marc Marquez Kuasai Balaton Park, Bezzecchi Keok di Tengah Duel
-
Davide Tardozzi Bela Pecco Bagnaia: Harusnya Dia Bisa Finis Lebih Baik
-
Ingin Bebas Balapan, Jorge Martin Tak Pasang Target untuk GP Hungaria 2025
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk
-
Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo
-
Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!
-
Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya
-
Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan