Ada sisi positif di balik kekalahan tipis 0-1 yang didapatkan Timnas Indonesia U-17 saat berhadapan dengan Makedonia Utara. Pertandingan di Stadion Dragalevtsi pada Sabtu (13/9/2025) kemarin itu menyisakan pelajaran, sekaligus evaluasi besar untuk Garuda Muda.
Salah satunya dalam hal konsentrasi. Pelatih Nova Arianto menyaksikan minimnya fokus pada pemain yang harus dibayar lewat kebobolan. Selain itu, ketenangan juga menjadi aspek utama yang diperhatikan selama momentum pemusatan latihan di Bulgaria.
“Secara hasil kami tentu kecewa, tetapi pertandingan ini menjadi pelajaran berharga. Saat fokus pemain sedikit lepas, kami langsung kebobolan. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi di Piala Dunia nanti,” ujar Nova setelah pertandingan, dikutip dari kitagaruda.id, Senin (15/9/2025).
Setelah kembali ke tanah air, Putu Panji CS akan dikembalikan lebih dulu ke klub masing-masing. Lalu dua pekan kemudian, mereka akan berkumpul lagi dan melanjutkan persiapan akhir di Yogyakarta.
Timnas Indonesia U-17 pun masih memiliki jadwal uji coba di Dubai sebelum resmi berkompetisi di Piala Dunia U-17. Dengan perjalanan yang panjang ini, mentalitas maupun teknis Garuda Muda diharapkan bisa lebih matang.
Terlebih lagi, Piala Dunia U-17 merupakan salah satu panggung bergengsi yang bakal menghadirkan tekanan tinggi. Wajar rasanya jika program yang disiapkan Nova Arianto pun tak kaleng-kaleng.
Komposisi Skuad Timnas Indonesia Mulai Terlihat
Tak dapat dipungkiri, Timnas Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang penuh bakat. Sejak awal, seleksi ketat diterapkan untuk menyaring siapa saja pemain yang layak membela Merah Putih di ajang internasional.
Perjuangan tim asuhan Nova Arianto untuk menuju panggung Piala Dunia bisa dikatakan tidak mudah. Namun, tiket putaran final akhirnya berhasil dikantongi. Ini tentu saja berkat kerja keras pemain, pelatih, serta dukungan federasi yang memberikan fasilitas-fasilitas pendukung.
Dengan talenta yang berlimpah, tentu komposisi atau formasi Timnas Indonesia U-17 cukup memantik rasa penasaran. Kendati sebenarnya para penggemar sudah punya gambaran tersendiri atas siapa saja nama yang jadi tulang punggung tim.
Namun, hak memilih pemain mutlak berada di tangan Nova Arianto sebagai pelatih kepala. Usai Garuda Muda dibekuk Makedonia Utara, Nova memang menyoroti dua catatan penting yang perlu diperbaiki.
Kemudian dalam kesempatan tersebut, mantan asisten Shin Tae-yong itu juga mengungkap bahwa pihaknya selangkah lebih maju untuk mendapatkan komposisi tim idaman.
“Yang pertama, masalah fokus di lapangan. Kedua, para pemain masih terlihat terburu-buru saat menguasai bola. Namun saya bersyukur, dari uji coba ini kami bisa menilai semua pemain dan mulai menentukan skuat inti untuk World Cup nanti,” urainya.
Diketahui, Piala Dunia U-17 akan berlangsung pada 3-27 November mendatang di Qatar.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Pelatih Baru FC Twente Ungkap Tak Ada Kemajuan Soal Situasi Mees Hilgers
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Ucapkan Selamat kepada Erick Thohir Usai Jadi Menpora
-
RilisanPeringkat FIFA Bulan September dan Intimidasi Malaysia yang Siap Kudeta Pasukan Garuda
-
Pelatih Irak Terapkan Filosofi Baru, Bikin Timnas Indonesia Wajib Waspada
-
Ranking FIFA September: 3 Raksasa ASEAN Saling Pepet, Indonesia Terancam Rival Paling Berisik!
Hobi
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
Terkini
-
Menggantungkan Mimpi 5 cm: Mengokohkan Tekad Setinggi Mahameru
-
Buku 'Rumah Baru dan Hal-Hal Baru', Makna Besar tentang Rumah dan Masa Lalu
-
Buku Esai Sayup Sunyi Suara Kata: Catatan dari Pinggiran Ruang Kelas
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Loud Budgeting: Seni Jujur Soal Uang Tanpa Perlu Terlihat Miskin