Alex Pastoor buka suara usai resmi meninggalkan Timnas Indonesia bersama ‘gerbong’ pelatih asal Belanda. Diketahui, PSSI mengakhiri kontrak lebih cepat setelah skuad Garuda dinyatakan gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Mereka didatangkan pada Januari 2025 awal pasca pemecatan pelatih Shin Tae-yong. Sejatinya, keputusan federasi mendepak juru taktik asal Korea Selatan itu menuai banyak pro dan kontra.
Lantaran pasukan Merah Putih sedang dalam tren positif karena memenangkan pertandingan sengit lawan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Pergantian pelatih yang disebut-sebut dengan alasan demi ‘meningkatkan’ prestasi Timnas Indonesia sontak turut mengatrol ekspektasi para supporter.
Tekanan demi tekanan terus diberikan. Apalagi debut Kluivert CS terbilang cukup pahit karena menelan kekalahan telak lawan Australia. Puncaknya, Timnas Indonesia menderita kekalahan beruntun di dua laga akhir kontra Arab Saudi dan Irak.
Hasil ini mengubur dalam-dalam mimpi skuad Garuda yang selangkah lagi menuju panggung besar Piala Dunia 2026. Tekanan melengserkan pelatih asal Belanda itu pun semakin besar.
Kepada Voetbal International, Alex Pastoor menyebut bahwa federasi melakukan beberapa hari setelah kembali dari Jeddah sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri kerja sama mereka.
Sebut Target Piala Dunia 2026 Tak Logis, Alex Pastoor Soroti Ranking FIFA
Di sisi lain, Pastoor juga terang-terangan menyoroti target Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 yang dinilai tak logis. Pendapat tersebut diambil dengan berkaca pada ranking FIFA skuad Garuda.
“Mencapai Piala Dunia memang luar biasa, tetapi sebagai tim peringkat ke-119, hal itu tidak mudah atau logis,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara News, Selasa (21/10/2025).
Selain staf kepelatihan untuk Timnas senior, para juru taktik untuk Timnas kelompok umur juga ikut terseret dalam pemutusan kerja sama tersebut. Padahal menurutnya, Gerald Vanenburg ataupun Frank van Kempen akan mulai menyeleksi pemain.
“Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen akan berusaha cepat merekrut pemain lokal untuk tim U-23 dan U-20. Ketiga, menarik lebih banyak pemain kompetitif untuk level ini di negara berpenduduk 280 juta jiwa dalam jangka panjang. Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik. Sekarang semua orang telah disingkirkan,” tambahnya menjelaskan.
Dalam kesempatan itu, Pastoor memastikan bahwa tim kepelatihan sudah berusaha keras dan mengerahkan kemampuan terbaik.
Baca Juga
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Tekad Jordi Amat Hajar Kamboja di Piala AFF 2026, Tak Sekadar Omong Kosong?
-
Argentina Tumbang, Spanyol Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
Jude Bellingham Ukir Rekor Baru, Kukuhkan Posisi sebagai Bintang Top?
-
Prancis vs Inggris: Demi Sepatu Emas Mbappe, Les Bleus Bakal Tampil Ganas?
Artikel Terkait
-
Pembelaan Memalukan Alex Pastoor, Pandai Bersilat Lidah Tutupi Kebobrokan
-
STY Kerap Digoreng Isu Bahasa, Penjelasan Eks Ketua Umum PSSI Berikan Tamparan Menohok!
-
Keterlaluan! Alex Pastoor Kini Serang Suporter Indonesia, Bongkar Sisi Gelap
-
Alex Pastoor Ungkap Sisi Manis Latih Timnas Indonesia
-
Timur Kapadze Jangan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sisi Gelapnya Dibongkar Media Asing karena Dia..
Hobi
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Tekad Jordi Amat Hajar Kamboja di Piala AFF 2026, Tak Sekadar Omong Kosong?
-
Singkirkan Belanda Tanpa Ampun, Italia Tantang Brasil di Semifinal VNL Putri 2026
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026 Sore Ini: Empat Tim Berebut Semifinal
-
Malam Ini! Garuda Pertiwi Hadapi Laos di Final AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton
-
Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik
-
Bye Kusam! 4 Micellar Water Licorice untuk Kulit Bersih, Sehat, dan Cerah