Grafik persepakbolaan Indonesia di pentas internasional sedikit demi sedikit terus merangkak naik. Setelah pencapaian yang luar biasa Timnas Indonesia semenjak era kepelatihan Shin Tae-yong dan diteruskan oleh penampilan impresif Persib Bandung serta Dewa United di kompetisi level Asia, kini Rizky Ridho yang mulai unjuk gigi dengan pencapaian individualnya.
Seperti informasi yang diunggah oleh akun Instagram @seasiagoal (14/11/2025) dan disarikan dari laman FIFA, bek tangguh Timnas Indonesia tersebut secara resmi masuk dalam nominasi Puskas Award untuk edisi 2025.
Lesakan indah jarak jauhnya saat Persija Jakarta melawan Arema pada 9 Maret lalu, menjadi salah satu yang terbaik di mata FIFA, dan menempatkan kerja keras eks Persebaya Surabaya itu bersanding dengan dentuman indah lainnya.
Seperti yang sudah-sudah, FIFA juga memasukkan 11 nama untuk nominasi Puskas Award edisi kali ini. Nama-nama besar pun tampak dalam deretan tersebut, yang mana selain Ridho juga ada nama bintang muda Timnas Spanyol yang kini memleba Barcelona, Lamine Yamal.
Uniknya, masuknya Ridho dalam daftar nominasi peraih Puskas Award kali ini juga membuat Indonesia memiliki kesempatan untuk mengejar pencapaian Malaysia. Meskipun memiliki level dan kualitas yang relatif seimbang, namun untuk urusan Puskas Award, Malaysia harus diakui selangkah lebih maju ketimbang Indonesia.
Dalam catatan laman FIFA, Malaysia sendiri sudah pernah mengirimkan wakilnya di ajang penghargaan ini tahun 2016 lalu. Bukan hanya menjadi nominee, tembakan efek kaki kanan Mohd Faiz Subri yang dilabeli oleh FIFA sebagai "Subri's swerving sizzler" tersebut juga menjadi pemenang dalam penghargaan Puskas Award edisi 2016.
Kemenangan Faiz Subri di Puskas Award tahun 2016 tersebut bukan hanya membuat publik Malaysia bangga, namun juga membuat Indonesia harus tertinggal dalam hal pengakuan dunia terkait gol terbaik.
Sehingga, ketika lesakan manis Rizky Ridho ke gawang Arema masuk nominasi sebagai lesakan terbaik di Puskas Award, harapan untuk bisa menang di kontestasi ini pun membuncah.
Karena bukan hanya akan membawa kebanggaan bagi persepakbolaan dalam negeri, namun hal itu juga menjadi alat bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya dari Malaysia dalam hal lesakan indah yang diakui oleh dunia.
Kira-kira, bisakah tembakan jarak jauh mematikan Rizky Ridho ini memenangi penghargaan ini? Semoga saja bisa!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
Artikel Terkait
-
FIFA Matchday Bulan November dan Ulangan Masa Kelam Persepakbolaan Indonesia Satu Dekade Lalu
-
Garuda Indonesia Tahan Datangkan 3 Pesawat Baru, Apa Alasannya?
-
Indonesia International Challenge 2025: 5 Ganda Campuran Amankan Tempat di Perempat Final
-
Indonesia International Challenge 2025: 7 Tunggal Putra Tuan Rumah Melaju ke Perempat Final
-
Media Internasional: Timur Kapadze Bisa Bantu Timnas Indonesia di Masa Transisi
Hobi
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Piala Dunia 2026: Hanya Loloskan Dua Wakil, Sepak Bola Asia Masih Stagnan?
-
Piala Dunia 2026: 7 Wakil Asia Pulang Kampung, Qatar Harusnya Jadi yang Paling Malu!
-
Bak Serial Anime! Laga Jepang vs Brazil Jadi Warna di Piala Dunia 2026
-
Perkasa di Fase Grup, Prancis Jadi Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026?
Terkini
-
Review In the Hand of Dante: Sebuah Refleksi tentang Seni dan Kehilangan
-
Negeri Sakura Berduka, Seniman Multitalenta Akihiro Miwa Meninggal Dunia
-
Tayang 2 Episode Perdana, Agent Kim Reactivated Penuh Aksi dan Ketegangan
-
Giliran Beli Rumah Disebut MBR, Giliran Bayar Pajak Dianggap Kaya Raya
-
Bahaya! ATEEZ Terjebak dalam Pesona Magnetis dan Memabukkan di Lagu Bad