Induk sepak bola Indonesia, PSSI membuat sebuah keputusan yang cukup konyol di bulan November ini. Dengan dalih Timnas Indonesia senior belum memiliki pelatih, federasi sepak bola Indonesia itu dengan sengaja melepas guliran FIFA matchday bulan November dan mendelegasikan Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games yang diasuh oleh Indra Sjafri untuk turun merumput.
Seperti yang telah disinggung di atas, belum adanya pelatih tetap di tubuh Timnas Indonesia senior menjadi penyebab utama PSSI meniadakan laga di guliran FIFA matchday terakhir di tahun 2025 ini.
Sebuah alasan yang sejatinya cukup konyol, mengingat dua tetangga mereka di kawasan Asia Tenggara, yakni Singapura dan Thailand yang juga tak memiliki pelatih kepala, keduanya tetap memanfaatkan rentangan jadwal tanding resmi dari FIFA tersebut.
Bahkan, yang harusnya bisa lebih membuat PSSI semakin malu adalah, sepertimana diinformasikan oleh akun instagram @seasiagoal, Thailand dan Singapura yang statusnya sama-sama tak memiliki pelatih kepala, justru saling berhadapan di FIFA matchday bulan November ini.
Sekadar menginformasikan, baik Timnas Thailand maupun Timnas Singapura saat ini memang tak memiliki pelatih di level Timnas senior mereka. Dilansir laman Suara.com (21/10/2025), federasi sepak bola Thailand, FAT secara tiba-tiba, memecat pelatih mereka Masatada Ishii meskipun pelatih asal Jepang tersebut saat ini berada di jalan yang benar untuk membawa Thailand ke pentas Piala Asia 2027.
Berbeda dengan Thailand yang tak memiliki pelatih kepala semenjak bulan Oktober, Timnas Singapura bahkan tak memiliki pelatih semenjak pertengahan tahun 2025 lalu. Sepertimana informasi yang disampaikan oleh FAS, Tsutomu Ogura yang menjadi pelatih "resmi" terakhir Timnas Singapura, memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya semenjak bulan Juni lalu.
Sehingga praktis, selama hampir satu semester ini The Lions tah memiliki pelatih tetap di level utama tim mereka.
Namun demikian, baik Thailand maupun Singapura, keduanya tetap menjalani laha FIFA matchday bulan November 2025 ini. Meskipun kedua negara sama-sama tak memiliki pelatih kepala, namun federasi mereka tetap mencarikan solusi agar timnasnya tetap bisa merumput di jadwal pertandingan mahal dari induk sepak bola dunia itu.
Sebuah hal sederhana yang tak bisa dilakukan oleh PSSI yang kerap mengklaim sebagai yang terbaik di kawasan. Kalau sudah begini, PSSI harusnya malu ya!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
3 Fakta Menarik Ange Postecoglou, Kandidat Ideal untuk Latih Timnas Indonesia
-
PSSI Kantongi 5 Kandidat Pelatih Baru Timnas Indonesia, Nama Shin Tae-yong Tak Masuk
-
Dirtek PSSI Ungkap Road Map Sepak Bola Indonesia Baru Diluncurkan 2026
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di SEA Games 2025
-
Dear Erick Thohir! Sejarah Tercipta di Solo, Timnas Indonesia CP Lolos IFCPF World Cup 2026
Hobi
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?
-
Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tekuk Thailand
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
-
Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN
Terkini
-
Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini
-
Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi
-
Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu
-
Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga
-
Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar