Tensi hubungan antar negara di kawasan Benua Amerika kini tengah memanas. Seperti yang telah diberitakan oleh laman Suara.com, peningkatan atmosfer di wilayah Benua Merah tersebut tak lepas dari aksi penyerangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada Venezuela.
Maka tak mengherankan jika aksi di luar nalar yang dilakukan oleh Negeri Paman Sam tersebut langsung mendapatkan beragam respon negatif dari dunia internasional. Tak kurang-kurang, China dan Korea Utara yang selama ini dikenal sebagai pihak yang berseberangan dengan Amerika Serikat, menyebut aksi tersebut sebagai contoh sifat jahat dan biadab Amerika Serikat.
Bukan hanya membuat dunia internasional mengeluarkan kutukan terkait aksi penyerangan tersebut, apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut juga dipastikan akan membuat induk sepak bola dunia, FIFA akan kelimpungan.
Pasalnya, FIFA yang selama ini sudah menunjukkan tanda-tanda standar ganda terkait dengan beragam kejadian yang dilakukan oleh membernya, kini akan semakin teruji kenetralannya dalam membuat kebijakan.
Sudah bukan sebuah rahasia lagi jika selama ini Amerika Serikat, Israel dan negara-negara Blok Barat menjadi anak emas dari FIFA. Meskipun mereka berulah yang bahkan hingga merendahkan prinsip-prinsip kemanusiaan sekalipun, FIFA tetap bergeming dalam memberikan keputusan.
Seperti misal, Israel yang jelas-jelas sudah melakukan genosida terhadap para warga Palestina, hingga sejauh ini masih terbebas dari tindakan nyata yang dilakukan oleh FIFA. Alih-alih dijatuhi sanksi permanen, untuk sekadar sanksi temporer atau mungkin pengucilan mereka dari dunia sepak bola internasional saja hal itu tak dilakukan.
Namun di sisi lain, negara-negara lain yang tak masuk dalam circle Amerika Serikat, Israel maupun blok barat, FIFA terkesan sangat mudah dalam memberikan hukuman dan sanksi. Contoh nyatanya tentu bisa kita dapatkan dari apa yang terjadi kepada Rusia.
Sama seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat saat ini, pada tahun 2022 lalu, Rusia melakukan penyerangan terhadap Ukraina yang sekaligus menandai ekskalasi besar-besaran perang Rusia-Ukraina. Tak perlu menunggu banyak tuntutan, FIFA saat itu langsung menjatuhkan sanksi kepada Rusia, termasuk pelarangan mereka untuk ikut gelaran Piala Dunia di tahun yang sama.
Dan hal serupa kini juga tengah dilakukan oleh anak emas FIFA, Amerika Serikat, yang secara mengejutkan melakukan penyerangan terhadap Venezuela yang tentu saja tak bisa dibenarkan dengan dalih apapun.
Sehingga, ketika sebagian mata dunia tertuju kepada aneksasi Amerika Serikat ke wilayah Venezuela, sebagian lagi kini juga tertuju kepada FIFA terkait dengan tindakan yang akan dilakukan oleh induk sepak bola dunia tersebut kepada Negeri Paman Sam.
Ibarat kata, FIFA kini tengah berada di persimpangan kebijakan keputusan yang akan mereka buat. Di satu sisi mereka harus menjaga marwahnya sebagai induk sepak bola dunia yang netral dengan memberikan hukuman yang setara bagi seluruh membernya, namun di sisi lain mereka juga harus sadar bahwa member yang kini tengah berulah itu adalah Amerika Serikat yang selama ini selalu mendapatkan keistimewaan dari mereka.
Tapi sayangnya, jika kita melihat sejarah FIFA yang kerap menerapkan standar ganda untuk para membernya, besar kemungkinan sang anak emas akan kembali luput dari hukuman.
Terlebih lagi, jika nantinya FIFA menghukum Amerika Serikat karena ulahnya menyerang Venezuela, maka status sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 nanti juga akan menjadi sebuah pertaruhan bukan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
AS 'Kuasai' Minyak Venezuela, Ogah Berbagi dengan China, Iran dan Rusia
-
14 Laga Krusial: Peta Jalan John Herdman Dongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia ke 100 Besar
-
Runtuhnya Rezim Maduro dan Babak Baru Kendali Amerika Serikat di Venezuela
-
Berhasil Tumbangkan Nicolas Maduro, Donald Trump Ambil Alih Minyak Venezuela
-
3 Pelajaran Berharga dari Venezuela Agar Sektor Energi Indonesia Tak Mudah Didikte Global
Hobi
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Berharap Seri, Hull City Justru Bikin MU Kalah dan Putus Rekor 52 Tahun
-
David Alonso, Calon Rookie MotoGP 2027 Ini Ternyata Anak Didik Marc Marquez
-
Bambang Pamungkas Muncul Lagi di Selangor FC, Kali Ini Bawa Momen Nostalgia
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
Terkini
-
Tone Deaf Bukan Sekadar Label: Politik Punya Andil Besar dalam Hidup Kita
-
Paradoks SDA Indonesia: Ketika Kekayaan Negeri Sendiri Menjadi Barang Mewah
-
Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus
-
Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari
-
Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain