Perekrutan pelatih kepala baru timnas Indonesia senior, yakni John Herdman benar-benar menjadi pembahasan yang cukup menyita banyak sorotan dari berbagai pihak. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), induk organisasi sepakbola Indonesia atau PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia usai sebelumnya memecat Patrick Kluivert dari kursi kepelatihan.
“PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia, pada Sabtu, 3 Januari 2026, menandai dimulainya era baru sepak bola nasional. Herdman bukan sekadar pelatih, melainkan arsitek berpengalaman membawa team ke Piala Dunia,” tulis laman resmi PSSI.
Ditunjuknya pelatih asal Inggris tersebut tentunya menjadi langkah baru dalam dunia kepelatihan timnas Indonesia sepanjang sejarahnya. Pasalnya, John Herdman sendiri menjadi pelatih asal Inggris kedua yang menangani timnas Indonesia. Sebelumnya, pada periode 2004 hingga 2007, timnas Indonesia pernah dilatih sosok pelatih asal Inggris, yakni Peter Withe.
Kehadirnya John Herdman sebagai juru taktik timnas Indonesia ternyata merupakan salah satu langkah konkrit dari ambisi besar PSSI yang ingin melihat timnas Indonesia lolos ke ajang Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak merdeka di tahun 1945 silam. Rekam jejak John Herdman yang dinilai memenuhi kriteria tersebut.
Di sisi lain, ditunjuknya John Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia ternyata juga menyita perhatian dari beberapa media asing. Bahkan, ada yang menyebut langkah PSSI kali ini cukup menyimpang dari kebiasaan-kebiasaan federasi sepakbola di Asia tenggara. Mengapa demikian?
Media Vietnam Soroti Ambisi Unik Timnas Indonesia Terhadap Piala Dunia
Salah satu media yang cukup menyoroti langkah Indonesia merekrut John Herdman sebagai pelatih baru tim nasionalnya adalah media asal Vietnam, yakni Soha. Melansir dari laman berita resminya, soha.vn, media yang berasal dari Vietnam tersebut langkah yang dilakukan PSSI kali ini dianggap cukup unik. Namun, media tersebut mewajarkan langkah ini sebagai ambisi dari PSSI yang ingin Indonesia berlaga di ajang Piala Dunia.
“Situs web olahraga regional berkomentar bahwa pilihan Indonesia untuk menunjuk pelatih berpengalaman di liga-liga top dunia menunjukkan ambisinya untuk mengangkat sepak bola negara itu melampaui kawasan ASEAN. Banyak yang menganggap ini sebagai "langkah berani" dan penyimpangan dari negara-negara Asia Tenggara lainnya, yang biasanya memprioritaskan pelatih berpengalaman di Asia atau di kawasan tersebut,” tulis laman media Soha.
Media Vietnam tersebut berpendapat langkah unik PSSI kali ini dengan menunjuk pelatih yang tidak berpengalaman melatih tim asal Asia menjadi sebuah ‘penyimpangan’ dibandingkan dengan apa yang dilakukan federasi-federasi sepakbola Asia tenggara lainnya. Pasalnya, kebanyakan negara di kawasan ASEAN lebih memilih pelatih yang memiliki pengalaman di kawasan Asia tenggara atau regional Asia sebagai pelatih.
Sementara itu, John Herdman sendiri lebih banyak menghabiskan karir kepelatihannya di kawasan Amerika Utara dan juga Oceania saat melatih timnas Kanada dan Selandia Baru. Langkah ini yang dianggap oleh media Soha sebagai sesuatu keputusan yang cukup berani dan juga bisa menjadi pembawa arah baru dalam kultur sepakbola Asia tenggara.
PSSI sendiri memang dikenal kerap kali melakukan langkah berani dengan merekrut para pelatih yang dianggap menjadi perintis kebiasaan atau kultur sepakbola Asia tenggara. Hal ini pernah terjadi saat PSSI memilih merekrut Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia pada tahun 2019 silam.
Kala itu, pelatih asal Korea Selatan memang cukup jarang melatih klub-klub atau negara di kawasan Asia tenggara. Namun, usai timnas Indonesia dianggap meraih kesuksesan bersama Shin Tae-yong, kini, banyak negara maupun klub yang turut merekrut pelatih asal Korea Selatan sebagai juru taktik mereka.
Kini, dengan langkah unik yang kembali dilakukan oleh PSSI, akankan John Herdman dan timnas Indonesia kembali membawa tren baru dalam kultur sepakbola di kawasan Asia Tenggara?
Baca Juga
-
Babak Belur di Kandang Sendiri: Akhir Perjalanan Tragis AS, Kanada, dan Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Ironi Brasil: Peraih 5 Gelar yang Selalu Gagal dalam 20 Tahun Terakhir
-
Portugal Takluk dari Spanyol, Ramalan Kartun The Simpsons Gagal Total!
-
Dihentikan Prancis di 16 Besar, Paraguay Gagal Ulang Sejarah Tahun 2010
-
Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!
Artikel Terkait
Hobi
-
Argentina Lolos Dramatis ke Perempat Final, Messi Raih Player of the Match
-
Bukan Cuma Kartu Pokemon, Fenomena Scalper Kini Mengancam Pernak-pernik Piala Dunia
-
Profil Reidel Toiran, Pelatih di Balik Kesuksesan Timnas Voli Indonesia
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay usai Laga Piala Dunia
Terkini
-
Syarat Maksimal, Gaji Minimal: Standar Tak Masuk Akal dalam Lowongan Kerja
-
Review Petaka Gunung Welirang: Saat Mitos Lokal Berhasil Digali dengan Apik
-
RAM 24 GB, Kamera OIS, Baterai 8000 mAh! Ini HP Realme Terbaik
-
Di Balik Bullying Mahasiswi Populer: Teror Bangkawarah yang Menjemput Nyawa
-
Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?