Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Elkan Baggott saat masih berseragam Timnas Indonesia. (Instagram/elkanbaggott)
Rana Fayola R.

Kehadiran Elkan Baggott di tengah skuad Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama bagi para pecinta sepak bola tanah air. Bek jangkung ini terlihat sudah merapat ke Hotel Fairmont, Jakarta, yang menjadi markas sementara bagi para penggawa Garuda.

Setelah sekian lama absen mengenakan jersei Merah Putih, kepulangan Elkan seolah menjadi jawaban atas kerinduan publik. Kedatangannya bertujuan untuk mempersiapkan diri secara intensif menghadapi serangkaian laga internasional yang dijadwalkan pada 27 hingga 30 Maret mendatang.

Melansir suara.com, informasi mengenai kehadiran skuad asuhan pelatih anyar ini disiarkan secara langsung melalui platform media sosial resmi Timnas Indonesia. Publik bisa melihat antusiasme para pemain saat memasuki lobi hotel untuk memulai agenda pemusatan latihan (TC) di ibu kota.

Elkan Baggott, yang saat ini berstatus sebagai pemain klub Ipswich Town, menjadi salah satu sosok pilar penting yang sudah hadir lebih awal. Kehadirannya di lobi hotel langsung disambut dengan suasana penuh kehangatan oleh jajaran pelatih.

Pelatih kepala yang baru, John Herdman, nampak menyambut Elkan dengan sangat terbuka. Tidak hanya pelatih asal Kanada tersebut, staf kepelatihan lainnya juga terlihat sangat antusias menyambut bek bertubuh raksasa ini di lokasi latihan.

Selain Elkan, sejumlah nama besar lainnya juga telah menginjakkan kaki di Jakarta. Salah satu yang terlihat bergabung adalah gelandang berbakat Ivar Jenner, yang siap bahu-membahu memperkuat kedalaman tim.

Kehadiran Elkan Baggott dalam daftar final 24 pemain untuk FIFA Series 2026 memang mencuri perhatian besar. Pasalnya, pemain ini sempat menghilang dari panggilan tim nasional selama lebih dari dua tahun lamanya.

Catatan terakhir menunjukkan bahwa Elkan mengoleksi caps senior pada Januari 2024 saat melawan Australia di Piala Asia. Setelah itu, namanya sempat tenggelam dari peredaran panggilan internasional karena sebuah kontroversi.

Pada Mei 2024, Elkan sempat mangkir dari pemusatan latihan Timnas U-23 demi fokus pada kariernya di klub Ipswich Town. Keputusan tersebut menuai polemik panjang, hingga ia tak lagi dipanggil pada era pelatih sebelumnya.

Tembok Raksasa Baru di Bawah Arahan John Herdman

Kini, di bawah nakhoda baru, Elkan Baggott mendapatkan kesempatan kedua. John Herdman tampaknya berani mengambil risiko dengan memanggil kembali bek setinggi 198 cm ini yang kini mulai rutin menjadi starter di kompetisi kasta kedua Inggris (Championship).

Pihak PSSI melalui Sumardji memberikan konfirmasi bahwa kembalinya Elkan akan menjadi suntikan tenaga yang luar biasa bagi lini pertahanan. "PSSI konfirmasi kehadiran Elkan sebagai booster lini belakang untuk debut pelatih baru," ungkap Sumardji memberikan angin segar bagi para suporter.

Kelebihan fisik Elkan dengan tinggi menjulang akan  memberinya keunggulan telak dibandingkan bek Garuda lainnya. Sebagai perbandingan, Jay Idzes memiliki tinggi 190 cm dan Justin Hubner 187 cm.

Dengan postur yang itu, Elkan diharapkan mampu mendominasi duel-duel udara dan menghalau umpan silang lawan. Ini merupakan solusi bagi kelemahan lama Indonesia yang sering kesulitan saat menghadapi tim dengan fisik yang kuat.

Sebelumnya, Elkan memang menjadi andalan di Piala Asia U-23 2024 dan ronde awal kualifikasi Piala Dunia. Ia memiliki rekam jejak yang cukup impresif dalam mencetak clean sheet krusial bagi pertahanan Indonesia.

Dalam skema tiga bek yang diusung oleh John Herdman, Elkan diproyeksikan akan membentuk "tembok raksasa". Ia akan bekerja sama dengan Jay Idzes dan Kevin Diks untuk menciptakan pertahanan yang solid dan sulit ditembus.

Kembalinya Elkan diharapkan mampu meningkatkan soliditas tim di laga debut John Herdman. Para penggemar pun sangat antusias menantikan potensi duet solid mereka saat menghadapi Saint Kitts pada tanggal 27 Maret nanti.

Laga tersebut akan menjadi pembuktian bagi Elkan apakah ia masih layak menjadi pilar utama pertahanan Garuda. Reuni si "anak lanang" ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang rindu, tapi juga memberikan kontribusi nyata di lapangan hijau.