Banyak hal yang menjadi perbincangan pada Era New Normal ini. Pola mendidik anak menjadi salah satunya. Anak-anak khususnya balita pada dasarnya memiliki aktivitas yang tinggi. Namun aktivitas ini beberapa jadi kurang terarah sebab perubahan cara atau pola belajar-mengajar yang terjadi belakangan ini sejak kegiatannya diubah menjadi daring atau lebih tepatnya yang dikenal dengan istilah daring atau online learning.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim sempat menyampaikan bahwa anak-anak sudah harus belajar secara tatap muka dan pandemi ini menyebabkan kurangnya pembelajaran yang sangat signifikan. “Berbagai riset menunjukkan bahwa pandemi menimbulkan kehilangan pembelajaran (learning loss) yang signifikan. Anak-anak berhak bersekolah sebagaimana mestinya. Pemulihan pembelajaran sudah sangat mendesak untuk dilakukan selagi masih bisa kita kejar,” ujar Nadiem Makarim melalui siaran pers, pada hari Kamis (23/12/2021) lalu.
Fenomena ini pun turut mengubah orang tua untuk berperan lebih besar sebagai pengajar dan memonitor buah hatinya. Meskipun tak jarang orang tua yang pada akhirnya juga mendapatkan beban secara mental karena tidak terbiasa melakukan kegiatan belajar-mengajar karena aktivitas dan jadwal sebelumnya yang padat.
Apalagi mesti menjawab berbagai pertanyaan si kecil yang tingkat keingintahuannya terhadap suatu hal sangat tinggi. Untuk memudahkan pengajaran maka sebaiknya orang tua menyusun pola didik anak, terlebih di masa pandemi jenis Omicron yang tak lama lagi akan mengisolasi kegiatan menjadi WFH lagi.
Mengajari anak-anak tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan hand sanitizer setelah melakukan berbagai hal yang bersentuhan dengan orang lain. Selanjutnya tetap ajarkan mereka tentang pelajaran sederhana seperti menggambar dan mewarnai tokoh kesukaannya, menyusun lego, mengajarkannya mengenal abjad. Kelebihannya ada pada cara mendidik. Bisa sambil menyuapi mereka, atau diiringi dengan kebutuhan primernya.
Walaupun tidak mudah, namun peran orang tua pada masa ini sangatlah besar. Mengingat pada masa usia inilah mereka dengan cepat akan menyerap apa yang diajarkan. Olahraga juga lebih menyenangkan ketika dibarengi dengan orang-orang yang kita cintai. Ibadah pun akan termonitor lebih jelas.
Semoga beberapa informasi di atas bermanfaat untuk para orang tua untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar selama masa pandemi ini di rumah.
Baca Juga
-
Bukan Sekedar Menghibur, Musik Ternyata Dapat Menunjang Kebutuhan Manusia
-
Alffy Rev, Seniman Lokal yang Mendobrak Seni Tanah Air ke Kancah Dunia
-
Indomaret Kembali Beroperasi 24 Jam, Kebutuhan Tengah Malam Bisa Terpenuhi
-
Dream Theater, Band Metal Dunia Gelar Konser di Stadion Manahan Solo
-
Kekuatan Teknologi Digital Bagi Masyarakat Umum Hingga Instansi Pemerintah
Artikel Terkait
Kolom
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari
-
Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak
-
Satu Porsi Sehari Bukan Solusi: Logika MBG di Tengah Beban Makan Keluarga
-
Telat Sehari, Ulang dari Nol: Menggugat Logika Aturan Perpanjangan SIM
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan