Beberapa hari lalu, saya mencoba mengklaim poin yang ada di Yoursay. Poinnya tidak banyak sih, tetapi saya penasaran sekali apakah klaim saya akan berhasil seperti yang dijanjikan. Bila berhasil, lumayan bisa buat belanja minyak goreng yang lagi mahalnya melangit. Eh, bukan hanya mahal, tetapi langka.
Alhasil, mulailah saya klik reedem poin yang uangnya akan langsung masuk menjadi saldo Gopay saya. Setelah mengklik tombol, email pemberitahuan dari Arkadia.me pun ada di kotak masuk. Dari email itu, saya hanya menunggu dana masuk selama 14 hari kerja.
Hari ini, belum genap 14 hari dari penukaran poin, yaitu hari ke-6, dana betul-betul masuk ke saldo Gopay saya. Wah, ternyata, penukaran poin di Yoursay.id memang ada dan bukan hanya ucapan manis saja. Ah, jadi semangat untuk menulis di Yoursay.id!
Banyak media publikasi yang menawarkan poin, tetapi saya belum pernah mencobanya. Apalagi syarat yang diajukan untuk mengklaim lumayan ribet. Nah, di Yoursay.id, kita tidak harus memiliki ribuan poin untuk melakukan klaim. Jumlah poin 250 pun kita bisa diklaim dalam bentuk uang elektronik 50 ribu.
Untuk teman-teman yang mau menulis, jangan sia-siakan peluang ini. Selain kemampuan menulismu terasah, kamu pun bisa mendapatkan uang dari tulisanmu. Asyik sekali, 'kan?
Yuk, semangat menulis dan menebarkan kebaikan di Yoursay.id. Semoga seperti slogannya 'Tanpa Henti Beri Arti' betul-betul membawa arti bagi diri kita atau orang lain. Semangat!
Saya ingat perkataan pepatah, yang mengabadikan kita setelah kematian adalah tulisan. Tulisan akan menjadi sejarah yang tidak terlupa. Membawa perubahan dalam sebuah tulisan akan sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Ini yang saya rasakan setelah menulis.
Menulislah dengan gaya sendiri berdasarkan keinginan hati, maka kita akan merasakan senang untuk memulainya. Setelahnya, ada ada keinginan untuk melanjutkan. Masalah poin dan dana adalah bentuk apresiasi Yoursay.id kepada para penulis. Ini adalah konsekuensi yang kita terima dan diberikan oleh Yoursay.
Jangan katakan kalau bentuk apresiasi ini tidak sepadan dengan apa yang telah kita lakukan. Ini sangat sepadan karena dengan begitu kita akan terus tumbuh dan berkembang. Apresiasi ini menjadi penting bagi saya sebab dapat memacu semangat menulis yang kadang menurun. Apalagi melihat insight kurva menurun. Namun, jangan berhenti! Menulislah dan menulislah.
Tag
Baca Juga
-
Dear Suara.com: Anakmu, Yoursay.id, Telah Membantuku Berlatih Menulis
-
Kisahku: Bahasa Indonesia Pemersatu Keragaman Suku di Masa Perantauanku
-
3 Tips Belanja Baju Lebaran, Cek Lemarimu Segera
-
Heboh Pemerintah Akan Terapkan NIK Berbayar, Warganet: Lama-lama Semua Bayar
-
Viral Kebakaran di Tunjungan Plaza, Surabaya
Artikel Terkait
-
Belajar dari Tabiat Tom Lembong di Sidang, Intip Manfaat Menulis Menurut Ahli
-
RUU TNI Disahkan, Orde Baru Jilid 2? Kekerasan Sipil Mengintai
-
RUU TNI, Akademisi Soroti Bahaya Operasi Nonperang Tanpa Persetujuan DPR
-
Akademisi UI Jelaskan Poin Berbahaya RUU TNI: dari Kata-kata Halus hingga Kembalinya Bisnis Militer Era Orba
-
Hari Perempuan Internasional Jadi Momen Untuk Saling Dukung, Begini Caranya
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda