Langkah taktis apa yang akan suara.com lakukan untuk mempertahankan yoursay.id?
Di hari yang terakhir menulis surat untuk suara.com, tampak masih ada unek-unek kecil atau secuil keluh kesah bercampur harapan untuk suara.com. Saya selaku salah salah satu kontributornya, tentu saja berhak mengeluarkan unek-unek tersebut. Apalagi ini memang diminta oleh suara.com. Asal tidak berbau provokasi dan mengandung sara, kenapa tidak?
Selaku media yang usianya sudah 8 tahun, memang sudah seyogianya meminta review dan masukan kepada masyarakat Indonesia utamanya, untuk bisa mengetahui bagaimana peran dan kontribusinya selama 8 musim itu. Bagaimana asa dan rasa suara.com selama 8 tahun berjibaku untuk ummat, apa yang harus dibenahi dan apa yang perlu dikembangkan lagi.
Dengan cara dan langkah taktis apa untuk tetap bertahan, disukai dan tetap nyaman menjadi wadah yang mengandung edukasi, wawasan baru dan hal berarti lainnya. Untuk tetap bertahan-mempertahankan bukan semata wayang menyahikan informasi yang akurat dan menghibur.
Akan tetapi ada ujung tombak dan ide serta kerja ekstra yang tentu saja sangat diperhitungkan. Ada ide tapi tak punya tenaga, jelas akan sedikit melenceng dan lelah. Ada tenaga namun kurang ide untuk membangun dan mempertankan sebuah media juga akan sedikit jengah.
1. Melihat Era Modern, Teknologi dan Perkembangan yang Kian Pesat
Di era modern ini, dengan segala kemajuan teknologi yang canggih dan arus perkembangan zaman yang kiat pesat, sudah ada beberapa media yang mulai tak lagi naik daun. Mohon maaf bukan maksud untuk mengkerdilkan dan mencaci media lain. Ini murni sebuah gambaran kepada suara.com agar bisa bijak, menghibur, ramah, dan tetap edukatif.
Di tengah gempuran zaman yang kian dinamis di berbagai lini tingkat kemajuannya, justru banyak media yang tumbang. Salah satunya adalah memberhentikan honor. Jelas di situ ada sebuah keputusan mutlak yang tentu saja tidak diinginkan oleh sebgian penulis. Ada pula cara agar tetap membahagiakan penulisnya--honor uang dialihkan ke honor buku, sistem poin dan sebagainya.
Ada pula, tidak berhonor namun kurasinya tetap ketat. Ada juga yang tak terlalu ketat. Pun tanpa kurasi langsung lolos. Tentu itu semua adalah hak media itu sendiri mau diarahkan dan dikelola seperti apa oleh jajaran strukturalnya.
Lalu langkah apa yang akan suara.com lakukan untuk yoursay demi mengantisipasi hal tersebut. Bertahan dan terus ada kemajuan tanpa perubahan yang stagnan adalah keinginan kami. Sedangkan kami bukan pondasinya.
2. Menunggu Event Menulis Saat Ada Helatan Akbar Olahraga
Kami selaku pecinta olahraga tentu masih berharap: kapan suara.com melalui yoursay.id mengadakan even menulis tentang olahraga. Semisal perihal sepak bola. Bila ajang AFF yoursay.id mengadakan lomba menulis analisis, kontributor diundi untuk memilih klub yang akan didukung, atau tebak skor. Begitu pula saat ada Badminton, Piala Dunai, Liga Champions dan sebagainya.
Hal yang menarik adalah tetap bagi pemenang mendapat penghargaan, meski itu bukan uang. Akan tetapi uang memang jauh lebih menarik lagi. Ya, jelas.
Bila suara.com benar-benar mengabulkan ini, tentu ini sebuah perubahan yang signifikan, dan menurut saya belum ada di media lain. Bukan tidak mungkin semua orang akan gemar dan berbondong-menjadi kontributor suara.com di yoursay.id.
Tantangannya, bila kontributor bertambah, jelas honor yang keluar juga akan bertambah banyak. Lantas, bagaimana suara.com atau arkadia.me bila melihat situasi seperti gambaran ini? Mampukah bertahan dengan tetap memberikan honor atau langkah taktis apa yang akan terjadi dari rovolusi tersebut?
Baca Juga
-
Final Piala Super Spanyol: Mengurai Benang Kusut Permasalahan Barcelona
-
Chat Dosen Pembimbing Harus Sopan biar Tugas Skripsi Lancar Itu Nggak Cukup
-
5 Tradisi yang Dulu Sering Dilakukan, tapi Kini Sudah Jarang, Apakah di Kampungmu Juga?
-
Wisata Goa Soekarno Sumenep: Dulu Berkawan Keramaian, Kini Berteman Kesepian
-
3 Cara agar Video TikTok Ditonton Banyak Orang meski Sedikit Pengikutnya, FYP Bos!
Artikel Terkait
-
Turun ke Jalan Bareng Mahasiswa, Demo Emak-emak Tolak UU TNI: Kami Tak Ingin Orba Kembali!
-
Belajar dari Tabiat Tom Lembong di Sidang, Intip Manfaat Menulis Menurut Ahli
-
Armand Maulana Ungkap Kisah Di Balik Terbentuknya VISI, Ada Kontribusi Vina Panduwinata
-
29 Penyanyi yang Gugat ke MK Ogah Didenda Bila Tak Izin Pencipta, Ahmad Dhani: Salah Pergaulan
-
Ahmad Dhani Tertawakan Isi Gugatan VISI soal UU Hak Cipta, Nama Ari Lasso dan Agnez Mo Terseret
Kolom
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
Terkini
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025