Nama besar K.H. Abdurrahman Wahid atau dikenal juga dengan “Gus Dur” (Presiden ke-4 RI) telah diresmikan sebagai nama sebuah Perguruan Tinggi (PT) di Pekalongan Jawa Tengah (dulu IAIN Pekalongan) dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Penamaan ini tentu akan membawa implikasi besar, baik secara keilmuan maupun praktik. Dengan nama besar itu pula, kampus di Pantura Jawa Tengah ini diharapkan bisa bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat. Jadi, tidak hanya menjadi “Menara Gading” yang abai terhadap keilmuan dan kemanusiaan, sebagaimana cita-cita Gus Dur yang pemikirannya dianut oleh banyak orang.
Gus Dur dikenal dengan sosok yang egaliter, humanis, dan non formal. Kondisi ini tentu tampak berseberangan dengan formalisasi ide dan gagasan tentang ekonomi Islam yang terlihat kaku dan formal. Penggunaan nama K.H. Abdurrahman Wahid sebagai sebuah nama kampus juga tanpa alasan. Terdapat harapan besar dari sosok Gus Dur yang bisa menjadi idealisme ilmu dan praktik yang harmonis dalam.
Lalu, bagaimana mewujudkan nilai-nilai utama ini pada ilmu ekonomi Islam. Atau, secara khusus pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, yang memiliki tiga program studi: Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, dan Akuntansi Syariah.
Dari sekian banyak profil lulusan yang diinginkan dari setiap program studi yang ada di FEBI UIN Gus Dur adalah menjadi praktisi ekonomi syariah. Selainnya, juga tidak jauh dari profil utama.
Jika menelusuri nilai-nilai utama Gus Dur di berbagai buku, seperti buku “Islamku, Islam Anda, Islam Kita”, “Tuhan Tidak Perlu Dibela”, “Pergulatan Agama, Negara, dan Kebudayaan", dan tulisan lainnya, maka diperoleh 9 (sembilan) prinsip; ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kekesatriaan, dan kearifan lokal. Menurut penulis, dari sekian banyak nilai-nilai ini bisa diinternaslisasi pada kurikulum yang ada. Lebih luas dari itu, pada praktiknya, bisa diwujudkan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian.
Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Nilai Utama Gus Dur
Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi terdapat tiga aspek penting yaitu: pendidikan dan pengajaraan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tiga pilar utama ini merupakan kesatuan yang harus dilaksanakan dan diwujudkan dalam PT di Indonesia.
Dalam bidang pertama pendidikan dan pengajaran, nilai-nilai Gus Dur sebanyak 9 di atas bisa diwujudkan melalui kurikulum. Selain itu, dimasukkan juga pada mata kuliah, dan disampaikan pula oleh dosen pengajar saat ceramah di kelas.
Pada aspek penelitian, tema-tema dan ide besar Gus Dur diteliti secara serius untuk ditemukan nilai kegunaan secara ideologis dan praktis bagi civitas akademika dan masyarakat. Kampus memberi pendanaan dan kesempatan yang cukup untuk dikembangkan riset terkait Gus Dur.
Pada aspek yang ketiga, pengabdian kepada masyarakat, nilai-nilai Gus Dur diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat, seperti dalam bidang ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan.
Mata kuliah “Harmonisasi Sains dan Agama” dan “Moderasi Beragama” kiranya cukup dijadikan sebagai pembuka wawasan mahasiswa baru. Namun ini juga tidak cukup jika tidak ditambah dengan program dan kegiatan lainnya.
Nilai Utama Gusdur dalam Program Studi
Di FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid terdapat 3 (tiga) program studi, yaitu ekonomi syariah, perbankan syariah, dan akuntansi syariah. Dengan merujuk kepada 9 (sembilan) nilai Gus Dur sesungguhnya bisa dikembangkan formulasi ekonomi Islam yang substatif daripada formalistik. Karena yang substantif akan lebih bersesuaian dengan model Gus Dur.
Pada prodi ekonomi syariah, model pembangunan masyarakat lemah lebih ditonjolkan. Formulasi pemberdayaan menjadi ide utama skripsi dan mata kuliah. Profil lulusan dan out put lebih diarahkan menjadi pemberdayaan ekonomi.
Dalam konteks pemikiran Gus Dur, prodi perbankan syariah diletakkan sebagai, prodi yang menghasilkan lembaga keuangan syariah yang pro rakyat. Maka dari itu, sejak awal kurikulum dan mata kuliah sudah harus merepresentasikan pemikiran Gus Dur. Sehingga nantinya, bank syariah dan lainnya tidak tampak kaku dan formal.
Demikian halnya dengan nilai 9 tersebut diimplementasikan pada prodi akuntansi syariah. Diharapkan, lulusan prodi ini mampu menjadi sosok yang bisa menjalankan pemikiran Gus Dur. Sebagai contoh, ketika lulusan menjadi seorang akuntan maka ia menjadi akuntan yang berkeadilan dan humanis.
Merujuk kepada sembilan nilai utama Gus Dur di atas, maka corak keislaman yang substantif diupayakan dan diwujudkan pada setiap aspek program studi yang ada di FEBI. Corak keislaman yang substantif diinternalisasikan pada kurikulum dan pembelajaran.
Demikian sekelumit pemikiran penulis yang mencoba melakukan harmonisasi pemikiran Gus Dur (sains) dan Perguruan Tinggi, khususnya pada keilmuan ekonomi syariah. Upaya-upaya kajian secara mendalam untuk memperoleh bangunan keilmuan yang komprehensif, antara pemikiran Gus Dur dan Ilmu Ekonomi Islam di PT, perlu dilakukan. Kecuali, jika nama K.H. Abdurrahman hanya dijadikan sebuah nama, dan tidak ingin dijewantahkan dalam kehidupan kampus.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Dulu Lempar Sindir, Anak Gus Dur Kini Tampak Akrab dengan Gibran Rakabuming
-
Soroti Kepala Babi, Anak Gus Dur Bagikan Cerita Masa Orde Baru: Teror Kayak Gini Itu Nyata
-
5 Ucapan Gus Dur yang Jadi Kenyataan, Publik Terbelalak: Mulai dari Prabowo hingga Jokowi
-
Ada Nama Soeharto dan Gus Dur, Ini Daftar 10 Tokoh yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Misteri 27 Rekaman Beethoven Milik Gus Dur Hilang di Istana Negara
Kolom
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
-
Penurunan Harga BBM: Strategi Pertamina atau Sekadar Pengalihan Isu?
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Ketimpangan Ekonomi dan Pembangunan dalam Fenomena Urbanisasi Pasca-Lebaran
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
Terkini
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025