Candra Kartiko | sari rachmah
Lee Min Ho (instagram.com/Actorleeminho)
sari rachmah

Apa yang terbesit pertama kali mendengar kata Lee Min Ho? Ganteng? Tinggi? Drakor? Boys Over Flowers? Terkenal? Tapi, terlepas dari fisik dan wajah tampan Lee Min Ho, menurutmu apa sih yang membuat seorang Lee Min Ho begitu terkenalnya hingga luar negeri dan bahkan jika dihitung dari pertama kali ia debut dalam drama korea berjudul "Sharp" tahun 2003 dimana ia mendapat peran sebagai pelajar sudah 19 tahun ia berkarir di dunia entertainment. 

Walaupun demikian, tidak ada yang memungkiri drama "Boys Over Flower" sebagai drama pertama yang melambungkan namanya hingga dunia internasional dan dari sinilah ia mulai mendapat kesempatan sebagai pemeran utama dalam berbagai drama yang diperankannya. Namun, sadarkah bukan hal mudah di kalangan para artis mempertahankan karir karena para pendatang baru yang masih muda, penuh talenta dengan segudang bakat bisa kapan saja mendepak para artis yang sudah lama berkecimpung. 

Oleh sebab itu, ada artis yang mampu mempertahankan karirnya hingga ia tua sehingga ia tetap malang melintang di layar TV. Ada juga artis yang karirnya hancur seketika sehingga mereka jarang sekali muncul di layar TV karena para pendatang baru lebih disukai masyarakat dan karenanya lebih sering wara-wiri di layar TV.

Jadi, kira-kira apa sih yang membuat seorang Lee Min Ho begitu ditunggu penggemarnya di TV padahal tidak setiap tahun beliau mengambil job untuk memainkan drama sementara artis-artis yang lainnya barangkali bisa mengambil kurang lebih dua atau tiga drama dalam satu tahun. Juga, dengan banyaknya aktor-aktor baru yang berdatangan dengan bakat yang barangkali lebih baik dari Lee Min Ho, wajah lebih tampan, tubuh lebih menawan, tetap tidak menggeser posisi Lee Min Ho dari layar panggung.

Menurut rumor yang beredar ayahnya seorang pengusaha kaya raya real estate di Korea walau Lee Min Ho sendiri tidak pernah mengkonfirmasinya. Terlepas dari rumor itu benar atau tidaknya, faktanya Lee Min Ho pandai berbisnis dan memiliki otak seorang pengusaha. Ataukah Lee Min Ho hanya terlalu mendalami perannya sebagai tuan muda kaya penerus perusahaan dalam drama "Boys Over Flower", sehingga terbawa dalam dunia nyata? Hmm?

Timing yang tepat ala Lee Min Ho

Entah itu Lee Min Ho atau barangkali keluarganya yang sangat pandai memanfaatkan situasi, saat namanya masih berkibar di dalam negeri hingga luar negeri. Apakah salah? Tentu tidak. Apakah aji mumpung? Ah, rasanya memang aji mumpung tetapi bukan sembarang aji mumpung, sebab sebagai seorang aktor Lee Min Ho memang memiliki bakat dan kemampuan juga passion di bidang yang ditekuninya. 

Mumpung namanya masih berkibar di kancah internasional, kakak perempuannya mendirikan agensi sendiri bernama MYM pada tahun 2016 dimana Lee Min Ho sebagai satu-satunya artis yang berada di bawah naungan MYM Entertainment. Dengan demikian, Lee Min Ho sebagai aset perusahaan mendatangkan income yang tak main-main dimana benefitnya tidak akan keluar dari circle keluarga.

Mengumpulkan konsumen yang banyak 

Fanbase adalah kumpulan konsumen bagi artis siapa saja, baik itu penyanyi, pemain drama, pelukis dan lain-lainnya. Begitu pun fanbase  Lee Min Ho yang bersatu dalam klub bernama Minoz bisa menjadi konsumen pertama dan utama yang akan menyerbu berbagai produk yang berkaitan dengan Lee Min Ho. Hebatnya lagi orang-orang dari seluruh dunia selalu antusias menjadi member Minoz yang keanggotaannya dibuka setiap tahun dengan membayarkan sejumlah uang. 

Percaya apa tidak, pada tahun 2021 website resmi minoz jebol diserbu massa para fans, gara-gara Lee Min Ho sendiri yang membuka pendaftaran keanggotaan minoz yang ke-12. Ini membuat website tersebut sulit diakses. Sebegitu berdampaknya seorang Lee Min Ho hingga membuat seluruh dunia gempar.

Kecanduan Lee Min Ho

Dengan menjadi member Minoz, para fans mendapat fasilitas seperti buletin, informasi berbagai kegiatan sang aktor, hingga mendapat kesempatan pre-reservation tiket untuk konser, fan meeting hingga event lain-lainnya yang diadakan Lee Min Ho. Jika untuk membership global saja bisa bikin website jebol, apalagi tiket untuk event yang diadakan Lee Min Ho. Orang rela bayar berapapun demi seorang Lee Min Ho. 

Dalam dunia bisnis, para penggemar ini yang tergabung dalam klub Minoz termasuk kategori Customer Lifetime Value, dimana mereka akan secara terus menerus kecanduan Lee Min Ho sehingga lagi dan lagi mengikuti berita terupdate tentang Lee Min Ho. Pada akhirnya merekalah yang akan membeli produk yang dikeluarkan Lee Min Ho serta tiket konser Lee Min Ho, fan meeting hingga event lain-lainnya yang diadakan Lee Min Ho. 

Apabila produk apapun asalkan berkaitan dengan Lee Min Ho pasti seketika habis. Dan apabila seorang Lee Min Ho begitu berdampak secara internasional, masa iya brand-brand internasional ataupun sutradara film internasional tidak meliriknya. Tidak mungkin kan?

Jika bisnis adalah sebuah upaya yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan produknya hingga laku dipasaran, maka artis adalah produknya dan manajemen atau agensi adalah perusahaannya. Maka memasarkan artis melalui fanbase, mengadakan event-event, menjadi ambassador produk terkenal dan lain-lain adalah upaya agar artis tersebut tetap terkenal dan terpakai sehingga mendatangkan income buat artis dan perusahaan itu sendiri. 

Tidak kalah penting, jiwa bisnis dalam diri seorang artis. Sebab, seorang artis dapat bertahan dalam dunia keartisannya selain karena kemampuannya juga marketing yang baik. Sebagai contoh, Lee Min Ho adalah salah satu artis yang selain memiliki kemampuan, passion di bidangnya, juga jago dalam memasarkan dirinya. Terbukti, hingga kini Lee Min Ho menjadi artis pria paling  banyak followers medsos, yaitu 30,1 juta follower. 

Namun, yang tak kalah penting adalah bagaimana attitude artis tersebut dan menjaga kualitasnya sebagai seorang artis sehingga tidak mengecewakan para fans setia. Karena bagaimanapun, sebuah produk mahal karena kualitasnya.