Pasti banyak dari kamu yang berpikir, "Konten mukbang manfaatnya apa sih? Cuma nontonin orang makan doang." Sebenarnya, selain mengenyangkan diri sendiri, konten makan-makan seperti ini memiliki banyak manfaat lainnya, lho. Mau tahu? Berikut 4 diantaranya.
1. Menambah nafsu makan penonton
Saat melihat orang lain makan dengan lahap, seringkali kamu ikut ngiler dan ingin menyantap makanan yang sama. Berarti, konten mukbang ini berhasil membuat nafsu makanmu bertambah. Namun, jika sudah seperti ini, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan olahraga, ya!
2. Membantu mempromosikan usaha orang lain
Biasanya para mukbangers akan membeli sebuah makanan atau disponsori oleh pemilik produk tersebut yang kemudian ia ulas. Dengan kata lain, adanya konten makan-makan membantu mempromosikan usaha tersebut. Terlebih jika yang sudah memiliki banyak pengikut. Keuntungan usahamu akan bertambah setiap harinya.
3. Memberi tahu rasa
Sebagai pengulas makanan, mereka tentunya akan memberi tahu rasa dari setiap makanan yang disantap. Termasuk layak atau tidak dengan harga yang berlaku. Hal ini bersifat informatif, apalagi jika belum dipasarkan secara global atau belum pernah kamu coba. Ulasan dari mukbangers ini akan membantumu mengetahui bagaimana rasa dari makanan tersebut.
4. Memberikan resep
Selain membeli, mukbangers biasanya akan masak sendiri makanan yang akan disantapnya. Banyak dari mereka yang membagikan bahan dan langkah untuk membuat menu tersebut. Tentu resep ini sangat berguna di tengah pandemi yang mengharuskan kita di rumah saja dan menjaga kesehatan.
Nah, itulah keempat manfaat konten mukbang yang perlu kamu ketahui. Jadi, apakah berminat untuk terjun ke bidang tersebut? Atau hanya akan jadi penikmat video-videonya saja?
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
News
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau
-
Susah Fokus Bukan Cuma karena 'Gadget': Memahami Mitos Attention Span di Era Digital
-
Akhir Era Naik Kelas Otomatis: Mendikdasmen Kaji Ulang Kebijakan Demi Cegah Fenomena RMS
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial
-
Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami
-
Langkah Kecil Menuju Mimpi