Orangtua mana yang tidak bangga memiliki anak yang memiliki inisiatif untuk membantu temannya yang kesusahan? Tentu mayoritas orangtua akan senang anaknya tumbuh jadi sosok dermawan sejak dini.
Kebanggaan itulah yang dirasakan oleh ayah satu ini. Melansir dari World Of Buzz, melalui akun media sosial Facebook Nasaie Ismail menceritakan kebanggaannya terhadap yang sang putra yang menabung uang jajannya demi membantu sang teman.
Putra dari Ismail yang punya sifat dermawan ini adalah Yusuf. Dia bercerita apabila Yusuf meminta uang RM20 atau setara dengan Rp 66.000 untuk ditambahkan uang tabungannya sebulan agar mencapai RM80 atau setara Rp 264.703.
Yusuf menggunakan uang tabungannya sebesar Rp 264.703 itu untuk membantu membayarkan iuran sang teman. Sebulan lalu Yusuf sedih mengetahui sang teman berhenti dari kelas agamanya karena tidak mampu membayar biaya lagi.
Yusuf diam-diam menabung uang jajan sekolahnya dan uang dari kakek serta neneknya. Uang jajan dia sebulan berhasil terkumpul RM80 atau setara Rp 264.703.
Bantu Bayar Uang Sekolah Temannya
Sementara, untuk membayar biaya kelas sang teman yakni RM100 atau setara dengan Rp 330.756. Maka malam itu Yusuf meminta tambahan kepada sang ayah RM20 atau setara dengan Rp 66.000.
"Alhamdulillah malam ini Insyaallah Yusuf akan membayarkan biaya untuk sang teman," ungkap Nasie seperti dikutip oleh Yoursay.id, Selasa (30/08/2022).
Melihat sikap dermawan yang tumbuh sejak dini di dalam diri sang putra, Yusuf membuat Nasaie menjadi bangga serta sadar. Dia sadar bahwa orangtua tidak boleh menilai kelebihan anak-anak sama hanya dilihat dari sisi akademik.
Sebab, setiap anak memiliki kelebihannya masing-masing yang tidak boleh disamaratakan.
"Bukan semua anak anak mempunyai keupayaan yang sama. Tetapi setiap anak anak pastinya dijadikan dengan kelebihan tersendiri yang unik dan perlu diraikan kelebihan tersebut," kata Nasaie.
Kisah kedermawanan Yusuf yang rela menabung uang jajannya selama sebulan untuk membantu membayar biaya kelas sang teman menuai pujian warganet.
"Alhamdulillah, hebat didikan ayahnya. Kecil-kecil sudah ada rasa empati," pujian dari warganet.
"Hebat si anak. Datangnya dari hebatnya kedua ibu bapaknya," imbuh yang lain.
"Masyaallah punya empati yang sangat tinggi," ujar lainnya.
"Terbaik ananda Yusuf," ucap warganet yang lain.
Tag
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Riko Pujianto Korban Penganiayaan Beberkan Polisi di Polsek Bantargebang dan Polda Metro Jaya yang Lakukan Intimidasi
-
Momen Perpisahan Guru dan Murid Bikin Terenyuh, Siswa Ini Menangis
-
Pria Setengah Baya di Bali Jadi Korban Pemerasan Gara-gara Jasa Video Call Sex
-
SEVENTEEN Jadi Grup K-Pop Pertama yang Menang Push Performance VMAs 2022
-
Anggota Fraksi PKB DPRD Pasuruan Pemeran Video Syur Kabarnya Dipecat
News
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
-
Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?
Terkini
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia