Beredar sebuah video di media sosial seorang pencuri/maling buah mangga, namun akhirnya pelaku tersebut berhasil ditangkap oleh warga, hingga akhirnya memberikan sebuah bentuk peringatan dengan menyuruhnya makan buah mangga tersebut yang telah ia ambil.
Diketahui kejadian tersebut terjadi di Gang Kurnia Ujung Pandang, Sungai Jawi, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada hari Kamis (10/8/2023) pagi.
Melalui unggahan video yang dibagikan akun instagram @memomedsos, terlihat sejumlah warga tampak ramai-ramai mengelilingi terduga pelaku yang terlah terduduk di jalan dalam keadaan tangan terikat di belakang, dan sudah tidak mengenakan baju lagi.
Bukan itu saja, terlihat pula satu karung buah mangga hasil curian yang berada di dekat samping pelaku tersebut.
Diketahui hal itu dilakukan dengan inisiatif warga untuk memberikan efek jera dengan cara yang cukup unik, yaitu memaksan pria tersebut memakan mangga yang telah ia curi di hadapan banyak orang dan berada di tengah-tengah jalan.
Dalam tayangan video singkat tersebut, tampak sebuah mangga yang diletakkan di atas sandal. Pelaku pun harus susah payah memakan buah mangga tersebut, ia pun harus terpaksa membungkukkan badan karena tangan terikat.
BACA JUGA: Pelajar SMK Disiram Air Keras oleh Siswa Sekolah Lain di Pulogadung
Bahkan, diketahui ternyata pelaku juga dipaksa untuk memakan dan menghabiskan semua mangga yang berhasil ia curi di hadapan para warga. Terlihat warga tampak menyaksikan pelaku tersebut memakan buah mangga yang dicurinya, bahkan terlihat juga ada seorang yang tengah asyik mendekatkan Hpnya untuk merekam pelaku memakan buah mangga yang kesusahan karena tangan terikat.
Sontak video viral tersebut menuai banyak komentar dari warganet. Namun banyak netizen terlihat cukup kasihan kepada pelaku yang dianggap diperlakukan terlalu berlebihan.
“Kasiannya cuma mangga, dulu aku kecil juga suka nyuri buah mangga,” tulis akun @rik*****.
“Punya rasa kemanusiaan sedikitlah. Memang mencuri gak baik. Mumpung curinya hanya mangga dihukum boleh tapi gak sampe memperlakukan orang kek gitu juga kan,” sentil yang lain.
“Cuma mangga kan pak? Siapa tau istrinya ngidam atau dijual untuk beli makan,” tutur yang lainnya.
“Astaghfirullah gak gitu juga lho hukumnya, siapa tau dia nyuri mangga buat istrinya yang hamil,” tulis netizen lain di kolom komentar.
“Ya ampun mencuri mangga itu pasti karena kelapran, malah menjadikan manusia seperti hewan begitu,” timpal yang lain.
Hingga tulisan ini dimuat, video tersebut telah mendapatkan 80,6 ribu tayangan, 3.641 like, 531 komentar, dan 142 kali dibagikan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
5 Rekomendasi Buah dari dr. Tirta, 'Sakti' dan Kaya Manfaat
-
Jadwal Buka Puasa Pontianak dan Sunah-Sunah Berbuka Puasa
-
Daftar 3 Serat Ajaib Jaga Kesehatan Usus, Lengkap dengan 6 Buah Bikin Kenyang Lebih Lama Saat Puasa
-
Eat Your Skincare: 8 Buah-buahan yang Harus Rajin Kamu Makan agar Glowing saat Lebaran 2025
-
Dimakan Langsung atau Dijus? Ini Cara Terbaik Konsumsi Buah menurut Dokter
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?