Keramaian dan momen berdesakan kembali terlihat di mana para penumpang yang tidak dapat masuk ke Stasiun Sudirman, pasalnya peron yang mengalami overload.
Kepadatan itu diketahui terjadi di Stasiun Sudirman Lama arah Cikarang. Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang ingin turun terpaksa harus kembali naik eskalator melawan arus.
Situasi keramaian di Stasiun Sudirman tersebut kini tengah beredar di media sosial. Salah satu akun yang turut membagikan lewat Instagram @fakta.indo.
“Penumpang tidak bisa masuk ke Stasiun Sudirman karena peron overload. Akibat padatnya peron Stasiun Sudirman Lama arah Cikarang, penumpang KRL Commuter Line yang turun terpaksa kembali naik eskalator melawan arus karena peron sudah sangat penuh,” tulis di kolom keterangan pada unggahan tersebut.
Kejadian kepadatan tersebut diketahui terjadi pada hari Rabu, 11 Oktober 2023 lalu. Tampak dalam video itu, ada beberapa orang yang turun dari eskalator, dan kemudian naik kembali melawan arus eskalator karena adanya keramaian yang tidak dapat dibendung.
Sontak saja unggahan tersebut turut membuat warganet memberikan komentarnya. Ada warganet yang berkomentar dengan memberikan solusi, namun ada juga yang memberikan komentar hiburan.
Terlihat ada salah satu warganet yang memberikan solusi bahwa adanya tersedia KRL ke Cikarang melalui Stasiun Tanah Abang, dan bahkan sering sepi, dan lebih besar peronnya ketimbang Stasiun Sudirman.
Ada juga warganet yang memberikan komentar kepada pemerintah setempat. Mereka menilai kalau sudah ada kesadaran menggunakan angkutan umum, tapi itu terhalang karena sarana prasarana yang belum baik.
“Kesadaran menggunakan angkutan umum sudah bagus, tapi sarananya belum memadai jadi susah,” komentar netizen.
Di samping itu, ada pule netizen yang berkomentar untuk lebih memperketat penjagaannya.
“Sebetulnya stasiun-stasiun Jakarta udah terlalu sering overload. Tolong bapak-bapak security diperketat untuk jaga flow. Ini bahaya banget,” timpal netizen lain.
Ada juga warganet berkomentar lebih baik menggunakan kendaraan pribadi jika kendaraan umum kondisinya akan seperti itu.
“Liat begini kadang jadi mikir kalau orang banyak bawa kendaraan pribadi itu bukan karena gak mau naik transportasi umum,” sahut lainnya yang memberi dugaan kalau orang yang tidak mau naik kendaraan umum bukan karena hanya ingin memakai kendaraan pribadinya saja.
Sampai tulisan ini dibuat, video tersebut telah ditonton 667 ribu kali, 20,4 ribu like, 677 komentar, dan 2.777 kali dibagikan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Hendak Mencari Pakan Ternak, Kakek Tugiman Tewas Tertabrak KRL di Klaten
-
Stasiun KRL Sudirman Membludak, Penumpang Berdesakkan Hingga Eskalator Dihentikan
-
Pakar Transportasi: Pola Pikir Instan Tidak Mungkin Bawa Indonesia Menuju Zero ODOL
-
Bikin Haru, Ini Momen Sopir Taksi Online yang Sediakan Snack dan Obat Gratis bagi Penumpang
-
Viral Warganet Tak Sengaja Ketemu Ardhito Pramono Naik KRL: Hoki Seumur Idup Kepake
News
-
Che Cupumanik Rilis Single 'Luka Kolektif' Bersamaan dengan Buku 'Luka Kolektif Manusia Digital'
-
Cegah Pelecehan Siber Berkedok Candaan, Dosen Unpam Bekali Siswa SMK Telkom "Red Flag Detector"
-
Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan
-
Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan
-
Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
Terkini
-
Di Balik Bullying Mahasiswi Populer: Teror Bangkawarah yang Menjemput Nyawa
-
Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?
-
Wajah Lembap dan Sehat! 4 Cleanser Probiotic Jaga Mikrobioma Skin Barrier
-
Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu
-
Kartelisasi Politik dan Urgensi Gerakan Massa Melawan Dominasi Kekuasaan