Sejumlah tudingan miring didapat Jessica Kumala Wongso ketika menjalani proses hukum kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin pada 2016 lalu. Salah satu tudingan yang sempat ramai beredar yakni mengenai Jessica memakai kacamata saat sidang.
Disebut-sebut jika Jessica Wongso memakai kacamata untuk menutupi kebohongan. Jurnalis TV Fristian Griec membantah soal isu tersebut.
BACA JUGA: Andai Bebas Tak Bersalah dari Kasus Kopi Sianida, Jessica Wongso Bisa Tuntut Ganti Rugi Rp800 Juta
Seperti diketahui Fristian Griec merupakan salah satu jurnalis yang meliput persidangan kasus kopi sianida 2016. Ia membeberkan fakta bahwa Jessica Wongso memakai kacamata karena matanya kesakitan berada di ruang sidang selama berjam-jam karena terkena AC.
"Termasuk yang pakai kacamata nih, nah ada berita bahwa itu untuk menutupi kebohongan dia (Jessica Wongso)," kata Fristian Griec dalam tayangan kanal YouTube Ngobrol Asix dikutip pada Rabu (17/10/2023).
"Padahal sidang itu dari pagi sekitar jam 10 malam dan paling cepat selesai jam 10 malam. Normal banget selesai jam 11 malam lah. Itu kan AC, AC central memang perih banget mata," imbuhnya menjelaskan.
BACA JUGA: Terkuak Alasan Jessica Wongso Sering Senyum di Persidangan, Ternyata Ikuti Saran Sosok Ini
Hal senada juga dilakukan Fristian menggunakan kacamata seperti Jessivca Wongso ketika di belakang layar.
"Kadang-kadang saya sendiri juga pakai kacamata kalau lagi nggak di layar," ucapnya.
Fristian Griec buka suara tentang masalah ini bukan karena ingin membela Jessica Wongso. Ia hanya memberi tahu fakta sebenarnya yang dilihat di lapangan.
"Saya bilang begini untuk memberi tahu bahwa ada banyak informasi yang benar dan salah. Ini bukan persoalan Jessica salah atau tidak, tapi ini ada fakta dari yang ini (kenapa pakai kacamata)," terangnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
-
Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?
Terkini
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia