Senin pagi yang cerah ini, suasana haru dan tangis mewarnai hari guru di SMA Negeri 1 Purwakarta pada Senin (25/11/24). Dedikasi yang mereka berikan, terkadang tanpa disadari rela menghabiskan dirinya sendiri untuk mencerahkan kehidupan orang lain. Itulah seorang guru, bahagia ketika muridnya sukses dan berjaya.
Tepat pukul 07.00 WIB, guru yang menjadi petugas upacara telah bersiap di lapangan diikuti dengan guru lainnya menjadi paduan suara. Sementara itu, di sisi lain beberapa siswa dengan OSIS-BPHPK SMA Negeri 1 Purwakarta menyiapkan kejutan kepada para guru.
Mereka merayakan hari guru ini dengan memberikan buket dan kue, membawakan balon gas, menyalakan pipa asap, dan berbagai surprise yang lain. Bahkan, rencana ini telah dipersiapkan sebelum perayaan hari guru demi kemeriahan selebrasi acara.
Begitu juga dengan adanya Ekstrakurikuler Multimedia & Broadcasting melakukan pembentukan sebuah tim dokumentasi foto dan video yang di antaranya adalah Cahya Awaludin, Putri Fellicia, Marvel Vjjananda, Rizky Pratama, Fahri Fadilah Susanto, dan Almer Maulana Azaria.
Selain itu, Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja siap mengawasi dan membantu siswa yang membutuhkan pertolongan selama pelaksanaan upacara hari guru berlangsung di setiap sudut tempat. Perlengkapan medis dan tandu sebagai penanganan cepat ketika terjadi keadaan darurat yang dialami oleh peserta upacara.
Pembina upacara kali ini adalah Dra. Hj. Titin Kuraesin, M.Pd. Adapun petugas pengibar bendera di antaranya Lilis Yani Sugiati, S.Pd., M.Pd.; Apriadi Manan F., S.Pd., M.Pd., AIFO; dan Ravi Risyadsyam, S.Pd. Selain itu, dirigen yakni Evi Sulistiana, S.Pd.I.
Sedangkan pemimpin upacara yaitu Rimella Diaz, S.Pd., M.Fis. Teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Rini Suryalies F, S.Pd., M.Pd dan Rika Hairani, S.Pd. Terakhir, pemimpin pasukan adalah Awaludin Sidik, S.Pd., Muhammad Hasbiyal F, S.Pd., dan Ario Gani Iswahyudi, S.Mat.
Setelah pelaksanaan upacara, kepala sekolah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada bapak dan ibu guru yang telah mengabdi dan mendedikasikan diri di SMA Negeri 1 Purwakarta yaitu Dra. Tintin Suhaeni, M.Pd., Lilis Yani Sugiati, S.Pd., M.Pd., Tuti Sugiati, S.Pd., Aan Harisman, M.Pd., Edi Sukardi, S.Pd., dan Nia Kurnia.
Selepas kegiatan upacara telah selesai dilaksanakan, beberapa menit kemudian dari depan gerbang sekolah datanglah kejutan dari siswa yang menyambut meriah dengan warna-warni balon dan asap jelita. Guru berjajar di lapangan dan menyambut siswa, dimulai dari menerima buket, bunga, kue, dan lain sebagainya.
Ketua Angkatan 25, Abi Rafdi Restu Alwidinata membacakan puisi di depan para guru dan memeluk satu per satu disusul dengan jajaran siswa di belakang. Tangis dan haru semakin dekat, setiap guru berharap agar siswa dapat menghormati guru dan sukses di masa depan meraih cita-cita dengan adanya perayaan ini.
Kemudian, para guru membentuk suatu barisan untuk memberikan persembahan kepada seluruh siswa dalam kemeriahan acara hari guru tersebut. Menuju berakhirnya acara, pemotretan setiap kelas dan memberikan ucapan pun dilakukan oleh perwakilan masing-masing kelas kepada wali kelas.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Nasihat Bahlil Soal Matikan Kompor: Ketika Urusan Dapur Naik Kelas Jadi Isu Energi Nasional
-
Aplikasi GPS vs Realita: Ketika Google Maps Anggap Jalur Sapi sebagai Jalan Tol
-
Diskon Tol Pilih Kasih: Ketika PNS Senyum, Anak Swasta Gigit Jari
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
Artikel Terkait
-
Netizen RI Nyinyir Oxford United Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional Pakai Bahasa Jawa, Salahnya Apa?
-
Ironi Hari Guru: Gubernur Bengkulu Manfaatkan Gaji Guru Honorer untuk Pilkada 2024
-
Hari Guru Nasional, Mendikdasmen: Semua Guru Punya Tugas Mulia
-
Ikut Menyambut Hari Guru Nasional, Oxford United: Tut Wuri Handayani!
-
13 Kata-Kata Hari Guru Nasional yang Simple dari Anak SD untuk Wali Kelas
News
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
Terkini
-
Krisis Perlindungan di Zona Konflik: Insiden Berulang Minim Akuntabilitas
-
Bugatti Chiron Herms Edition, Hypercar dengan Sentuhan Fashion Mewah
-
4 Acne Toner Lokal Zinc, Solusi Kontrol Produksi Sebum pada Kulit Berminyak
-
Sesat Logika Tipikor: Saat Vendor Kreatif Jadi Kambing Hitam Anggaran
-
Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam: Ketika Mimpi Harus Melawan Kemiskinan