Angga Raka Prabowo tengah menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Namun, ia menegaskan tetap akan menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi).
Setelah prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu lalu, Angga menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafidz. Menurutnya, jabatan Wamen Komdigi dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah justru saling melengkapi.
“(Masih) di Wamen Komdigi, karena fungsi di Wamen Komdigi masih di komunikasi publik. Ada juga di bawahnya kita mengkoordinasikan lembaga penyiaran, lembaga komunikasi publik, jadi intinya itu perkuatan di bidang komunikasi,” kata Angga sebagaimana diungkap Antara News, Kamis (18/92025).
Ia menambahkan bahwa sebagai Wamen Komdigi dirinya memang sudah terbiasa mengoordinasikan lembaga penyiaran dan komunikasi publik. Dengan demikian, peran sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dianggap sejalan dan tidak menimbulkan benturan kepentingan.
Menurut Angga, lembaga yang kini dipimpinnya bukanlah lembaga non-struktural yang bertentangan dengan posisinya sebagai wakil menteri.
"Kan dikatakan setingkat kementerian itu bukan lembaganya, karena ini kan lembaga non-struktural. Makanya saya tetap posisinya sebagai Wamen Komdigi, merangkap sebagai Badan Komunikasi Pemerintah,” imbuhnya.
Jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sebelumnya dipegang oleh Hasan Nasbi. Kini, posisi tersebut dipercayakan langsung oleh Presiden Prabowo kepada Angga Raka Prabowo untuk memperkuat strategi komunikasi negara.
Dukungan dari Akademisi
Menariknya, keputusan Presiden dan sikap Angga mendapat pembelaan dari kalangan akademisi. Dosen komunikasi Universitas Dian Nusantara, Dr. Algooth Putranto, menyebut rangkap jabatan yang diemban Angga tidak perlu dipersoalkan selama masih berada dalam lingkup yang sama.
“Selama masih dalam rumpun pekerjaan yang sama, yaitu komunikasi, rangkap jabatan ini seharusnya tidak menjadi masalah,” ujarnya, Jumat (19/9/2025) di Jakarta.
Algooth menilai justru penunjukan ini menjadi tanda keseriusan pemerintah dalam memperkuat kualitas komunikasi publik. Menurutnya, sinergi posisi yang diemban Angga akan memudahkan konsolidasi strategi komunikasi pemerintah.
Ia melanjutkan, “Justru ini bisa dilihat sebagai bukti bahwa Presiden benar-benar serius untuk meningkatkan komunikasi pemerintah saat ini."
Menurutnya, dalam konteks komunikasi pemerintahan modern, efisiensi dan koordinasi adalah kunci utama. Dengan menempatkan beberapa fungsi komunikasi di bawah satu kepemimpinan, pemerintah diyakini bisa menyampaikan pesan lebih konsisten dan mudah dipahami masyarakat.
Algooth juga menyinggung praktik terbaik di berbagai negara maju yang menerapkan manajemen komunikasi serupa. Dengan begitu, langkah ini tidak sekadar rangkap jabatan, tetapi justru penerapan strategi komunikasi yang efektif.
Langkah ini dianggap sebagai wujud pengabdian sekaligus tanggung jawab moral untuk menjalankan tugas komunikasi pemerintah secara maksimal tanpa beban tambahan.
Dengan adanya dukungan akademisi serta kejelasan fungsi yang saling melengkapi, rangkap jabatan Angga Raka Prabowo bisa dilihat sebagai strategi memperkuat koordinasi komunikasi nasional. Kini, masyarakat tinggal menunggu bagaimana implementasi sinergi tersebut dalam praktik nyata.
Baca Juga
-
John Herdman Optimis, Keberagaman Timnas Indonesia Bakal Jadi Senjata Baru?
-
Ivar Jenner Tinggalkan FC Utrecht Meski Kontrak Belum Habis, Ada Apa?
-
Zaskia Sungkar Bagikan Perkembangan Kehamilan usai Masuki Trimester Tiga
-
Dean James Dinilai Layak Gabung Ajax, Berpeluang Susul Maarten Paes?
-
Jelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia Bakal Uji Coba Lawan China
Artikel Terkait
-
Dicopot dari Kepala PCO, Ini Rekam Jejak Hasan Nasbi di Dunia Politik
-
Erick Thohir Siap Mundur dari PSSI, tapi Ada Satu Syaratnya: Tunggu Perintah FIFA
-
Sosok dan Rekam Jejak Angga Raka Prabowo yang Punya 2 Jabatan: Kepala BKP & Wamen Komdigi
-
Profil Hasan Nasbi: Kepala PCO yang Kursinya Ditempati Angga Raka Prabowo
-
Profil Indri Wulandari, Istri Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo
News
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?
-
Wanita Di Ujung Senja
-
Psychological Reactance: Alasan di Balik Rasa Kesal Saat Disuruh dan Dilarang
-
Mengenal Climate Fatigue: Mengapa Kita Lelah Baca Berita Buruk Soal Lingkungan?
-
Sinema Inklusi Nusantara: Mendobrak Standar Kerja Kaku Melalui Ruang Kreatif
Terkini
-
Asahi Naruhaya Resmi Diperankan Sho Nishigaki dalam Live Action Blue Lock
-
Rilis Foto Profil Baru, AKMU Dirikan Agensi Sendiri Usai Tinggalkan YG
-
Merosotnya Moral Remaja: Benarkah Korban Zaman atau Bukti Kelalaian Kita?
-
Manga Bungo Stray Dogs Umumkan Akhiri Cerita Bagian Pertama di Chapter 130
-
Narasi Perihal Ayah, Menyusuri Duka Kehilangan dari Sudut Pandang Anak