Pertunjukan teater kolaboratif berjudul "Nala" telah ditampilkan oleh siswa kelas XII F1 dalam acara Agastoria (Agasthya Stories In Art) pada hari Sabtu (24/1/2026) antara pukul 10.25–10.50 WIB di SMA Negeri 1 Purwakarta. Dengan durasi sekitar 25 menit, pertunjukan ini menyuguhkan emosi yang kuat di setiap adegannya.
Acara ini merupakan bagian dari tugas siswa dalam mata pelajaran Prakarya Kewirausahaan dan Seni Budaya serta sekaligus menjadi ajang unjuk karya generasi muda.
Meskipun hujan lebat, tamu-tamu tetap menghadiri acara tersebut. Salah satu penampilan yang menarik perhatian pada sesi pertama adalah pertunjukan teater "Nala", yang mengisahkan pengalaman pahit seorang anak tunggal di dalam keluarga yang penuh toksik.
Intisari konflik adalah tentang seorang ayah tiri bernama Dewa (Muhammad Fauzi Rahman), yang berusaha merampas harta warisan dari istrinya, Inka (Meydina Rahmadila). Permasalahan ini berkembang hingga membuat anak mereka bernama Nala (Najwa Asri Azzahra), mengalami tekanan yang mengarah pada kondisi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Teman dekatnya Nala, Jevan (Fajar Suroso) dan Shella (Rafifah Nurussalamah) rela tidak masuk sekolah untuk mengunjungi Nala yang sedang merayakan ulang tahun di rumah. Namun, kedatangan mereka tidak mendapat sambutan yang hangat dari Inka, seorang ibu yang cenderung sinis dan mudah marah. Meskipun begitu, Jevan dan Shella bersikeras membujuk Inka untuk mengizinkan mereka. Setiap momen ini selalu membangkitkan beragam emosi penonton.
Penutupan Pertunjukan
Drama ini disutradarai oleh Aurelia Putri Kaila, dengan naskah yang ditulis oleh Siti Rafal Kasyfiyah dan Najwa Asri Azzahra. Mereka secara teratur juga mengambil berbagai peran lainnya, seperti menari, bernyanyi, dan berakting sebagai tokoh utama.
Penari lainnya yang turut serta adalah Talitha Nava Libna Putri, Indri Pebriani, Salsabila Aulia Azmi, Anggraini Cahya Ningrum, Hawa Larassati Nugraha, Reisya Loveionie Ilyas, Raisya Naila Athira, Mutiara Ronelson, Zahra Putri Utami, serta Dhesya Qorynnul Hakim. Selanjutnya, peran narator yang menghubungkan alur cerita dibawakan oleh Keysa Rafeyfa Asyla.
Lalu, Arsya Al Asad, Clarisa Liana Setiawan, Khanza Nabila Putri Effendi, Kenzia Putri Erchadia, Ni'mah Khanifatun Nuha, dan Natasha Aulia Adisty menjadi penyanyi untuk tiga lagu yang dipentaskan; Mendarah - Nadin Amizah, Jangan Ditelan - Nadin Amizah, dan Nala - Tulus. Properti untuk pertunjukan tersebut juga disiapkan oleh Agnia Dwi Pratiwi, Muhammad Tubagus Adrian, R. Wifa Arga Wimala, dan Zidane Muraz.
Selain itu, didukung pula oleh operator suara, yakni Rizky Pratama Riyanto dan Rasya Putra Joelkarnaen, yang memutar sekitar sembilan lagu instrumen dan efek suara sebagai latar. Dari nuansa yang melankolis, mencekam, bahagia, hingga berbagai suasana lainnya.
Apresiasi pun datang dari para penonton. "Maa syaa Allah tabarakallah anak-anak F1 luar biasa. In syaa Allah jadi pembelajaran dari penampilannya. Sekali lagi selamat buat anak-anak F1," ucap Sri Suryanti, S.Ag.
"Kita sampai nangis nontonnya," ujar Nelawati, salah satu penonton acara tersebut.
Secara keseluruhan, pertunjukan teater Nala berhasil menyampaikan pesan mendalam, sehingga orang tua perlu memahami bahwa memerhatikan kesehatan mental anak sangat penting. Oleh karena itu, kolaborasi ini menjadi bukti kreativitas, kerja sama, dan keseriusan dalam menggarap pertunjukan tersebut. Acara ini menjadi wadah generasi muda untuk menyuarakan isu-isu sosial melalui berbagai karya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
Nyawa Dibayar Ayam Sabung: Alarm Keras untuk Penegakan Hukum dan Nurani Kita
-
Membedah Lirik "Pura-Pura Hidup Lagi" Aruma: Validasi untuk Kamu yang Sedang Lelah Berjuang
-
Prabowo Cap Wartawan Londo Ireng: Saat Kritik Dibalas Stigma, Demokrasi Dikorbankan?
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
Artikel Terkait
-
Saat Sekolah 'Pindah' ke Mall: Serunya Open House Mutiara Persada 2026
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137-138: Perundungan Quaden Bayles
-
Sinopsis Monolog Hanya Orang Gila: Refleksi Luka Bangsa di Gedung Militaire Societeit
-
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang
-
Diserbu Pengunjung Libur Tahun Baru, Tiket Teater Bintang Planetarium Jakarta Ludes
News
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
Terkini
-
The Odyssey: Kejeniusan Christopher Nolan dalam Menerjemahkan Sebuah Epos
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!