Tri Apriyani | Budi
Ilustrasi di Pagi Hari (Pixabay)
Budi

Arah jarum jam tengah berdiri tegap.
Sosok potret yang terpajang di dinding menyapa dengan bahasa sukar.
Terdengar kedok suara ayam, menyambut rezeki di pagi hari.
Suara azan pun sudah lama meninggalkan jejaknya.

Mata masih bergurau dengan sendirinya.
Tubuh terlelap di kasur yang empuk.
Badan terasa berat, pikiran terus melayang-layang dalam mimpinya.

Pagiku telah datang lebih awal.
Sinar surya sedikit nampak secara perlahan.
Pohon-pohon terlihat hijau telah menyapa.
Kedok-kedok suara nyaring dari berbagai asal berlomba.

Ahh, apa-apan ini?
Ku mulailah melawan hal menyenangkan.
Bangkit melawan, menyambut yang lebih indah.
Aroma kopi memanggil, secarcik deretan pengganjal perut pun bergumam.

Semuanya telah menyapa.
Pagi yang cerah membawa kedamaian.
Arena pertarungan semuanya menyahut.
Hidup perlu perjuangan sejak dini, sejak di pagi hari, sejak dalam pikiran.