Bagaimana harus kuucapkan padamu, Meida
Aku jatuh cinta pada matamu, lembah di bawah gunung
yang menelungkup di bawah kelopak alismu.
Berabad-abad yang lalu,
kuucapkan selamat tinggal tentang apa yang berbau asmara
tetapi engkau, Meida.
Tanganmu mengulur rasa tak terduga
Aku sadar telah jatuh cinta
Seperti diriku yang dulu, Meida
Aku datang dengan bimbang
Menyimpan kecewa yang pernah berdendang
Bukan kepadamu tetapi tentang seorang perempuan yang pernah berkelam
sejarah, dan segala apa yang mengingatkan aku akan suatu masa.
Kini tercium kembali saat wajahmu terdadah di depan kaca
Aku sadar takut jatuh cinta
Maafkan aku, Meida
Gugur senja di masa lalu, memberi aroma yang terlunta-lunta di setiap waktu
Perkenankan hatiku selalu mengeluh
Aku sadar telah kalah oleh cinta
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker