Ilustrasi Kado (Pexels/Suzy)
Flamboyan di sisi jalan mulai berguguran
Menjadi saksi di dedua musim kehidupan
Senja pun mulai merefleksikan cahayanya
Seolah menegeti alur skenario yang kian nyata
Aksara terus melayang sebagai pengganti kerinduan
Pada tahun yang meninggalkan kenangan
Enggan merengek tuk meminta
Ada tangis dalam dada
Mungkinkah ada sebutir harapan
Tentang aku dalam impian
Tentang kado terindah dari hujan yang menyapa
Yang tak lupa tuk menangis bersama dan menghapus sedihku dengannya
Teruntuk tahun yang berulang dalam angan
Kado istimewa yang dinanti di hari kelahiran
Secarik doa tuk segala suka cita dunia fana
Dalam balutan kebaikan akhirat yang menyemai segala asa
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Sastra
Terkini
-
Senyum Karyamin: Menelusuri Jejak Kemanusiaan di Balik Ironi Desa
-
Paradoks Kemiskinan: Mengapa Biaya Hidup Orang Kecil Jauh Lebih Mahal?
-
6 HP Realme dengan Kamera Terbaik dan RAM Besar 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Jatuh Cinta Lagi oleh Nadhif, Teror Manis bagi Hati Saya yang Belum Sembuh
-
Beda Frekuensi: Ketika Cinta Tak Harus Selalu Sejalan