Ilustrasi Merenung. (Pexels.com/Анастасия Беккер)
Hidup menggelandang di ibukota sendiri
Menyendiri tanpa tahu arah berpihak kemana
Berbekal pangan dan uang apa adanya
Sepanjang siang malam mencari Rupiah
Namun tiada Rupiah satupun yang kugenggam
Entah kenapa begitu terasa sulit bagiku
Tuk bertahan hidup menggelandang di ibukota
Tiada satupun kerabat yang kuhampiri
Diriku terpisah dari kampung nan jauh
Seakan diriku ini kian lama kian tersiksa jua
Panas terik yang membakar tubuhku
Debu asap yang kian lama menyesakkan dada
Walau menggelandang tiada asa yang putus
Tiada kenal kata lelah dan menyerah begitun saja
Bertempur melawan kemalasan demi Rupiah
Berjuang hingga mencapai titik darah penghabisan
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Rupiah Melemah, Kredit Macet Perbankan Bakal Tertekan
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
Kurs Rupiah Melemah Terhadap Ringgit Malaysia, Sentuh Level Terburuk!
-
4 Cara Cek Arah Kiblat Online Tanpa Aplikasi, Panduan Sholat saat Mudik Lebaran
Sastra
Terkini
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak