Keabadian Cinta
Angin berhembus menggugurkan daun kering yang menguning
Jatuh pada tanah basah selepas hujan
Berada di tempat yang baru
Sama halnya dengan dirimu yang perlahan kian membuat jarak
Langkahmu menjauh
Bayangmu pun telah pergi
Menuju rumah yang baru
Kau temukan damai yang abadi
Rumah yang kekal dari fananya dunia
Di tempat peristirahatan terakhirmu kupanjatkan doa semoga kelak kita dipertemukan kembali
Bertemu dalam keabadian cinta bersamamu
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Modal 2 Juta Bisa Punya "Laptop" Mini? Cek 5 Rekomendasi Tablet Kece Buat Nulis
-
Menimbang Ulang Sekolah Daring di Tengah Krisis Global
-
Dari Perpustakaan ke Hamburg: Manis-Pahit Kisah Alster Lake
-
4 Toner Lokal Ukuran 200-500 ML, Solusi Awet Andalan Kulit Cerah dan Lembap
-
Selat Hormuz Ditutup, Laptop Dibuka: Apakah WFH Solusi Penghematan BBM Nasional?